Pecinta Hewan Berhadapan dengan Polisi Hong Kong soal Pemusnahan Hamster

Yati Maulana | Sabtu, 22/01/2022 12:13 WIB


Hong Kong memerintahkan pemusnahan 2.000 hamster karena ditemukan 11 hamster terinfeksi Covid. Petugas memeriksa hewan peliharaan di Hong Kong dan memerintahkan pemusnahan hamster karena ditemukan 11 ekor yang terinfeksi Covid. Foto: Reuters

JAKARTA - Polisi Hong Kong akan menangani pecinta hewan peliharaan yang mencoba menghentikan orang-orang yang menyerahkan hamster mereka untuk dimusnahkan, atau yang menawarkan untuk merawat hamster yang ditinggalkan. Pihak berwenang mengatakan hal itu terkait perintah pemusnahan hewan pengerat untuk mengekang virus corona.

Pada hari Selasa lalu, para pejabat memerintahkan pembunuhan sekitar 2.000 hamster dari puluhan toko hewan peliharaan setelah melacak wabah virus corona ke seorang pekerja di sebuah toko, di mana 11 hamster kemudian dinyatakan positif Covid-19.

Ribuan orang telah menawarkan untuk mengadopsi hamster yang tidak diinginkan di tengah protes publik terhadap pemerintah dan penasihat pandeminya, yang oleh kantor pemimpin Hong Kong Carrie Lam disebut tidak rasional.

Departemen Pertanian, Perikanan dan Konservasi (AFCD) mengatakan segala upaya untuk mencoba menyelamatkan hamster akan ditangani, bahkan jika itu berarti berhadapan dengan hukum.

Baca juga :
Kemenko PM Bangun Sistem Pelindungan PMI Berbasis Desa di Lampung Timur

"Jika orang yang bersangkutan melanjutkan tindakan tersebut, atau gagal mengembalikan hamster yang dibawa pergi, AFCD akan menindaklanjuti dan menyerahkannya kepada polisi untuk ditangani," kata departemen tersebut, yang juga menyarankan masyarakat untuk tidak mencium hewan peliharaan.

Baca juga :
Mendes Yandri Tinjau Pameran Potensi Desa di Puncak HUT ke-68 Lombok Barat

Reuters memberitakan, pemerintah mengatakan hewan-hewan itu dikirim secara manusiawi dan meminta semua sektor masyarakat untuk bersatu memerangi penyebaran virus corona.

Di seluruh dunia, ada kasus virus corona pada berbagai hewan termasuk anjing dan kucing, meskipun para ilmuwan mengatakan tidak ada bukti bahwa hewan memainkan peran utama dalam penularan virus corona pada manusia. Pemerintah Hong Kong mengatakan tidak bisa mengambil risiko.

Baca juga :
Berbagai Dampak Buruk Sering Begadang untuk Kesehatan Otak Anda

Tidak seperti banyak kota lain, Hong Kong telah mempertahankan strategi "nol COVID" yang berfokus pada pemberantasan penyakit, dengan sekolah dan pusat kebugaran tutup, restoran tutup pada pukul 6 sore, dan perjalanan udara dengan banyak banyak penangguhan. Hong Kong juga telah menguji kelinci dan chinchilla tetapi hanya hamster yang positif. Semuanya diimpor dari Belanda, menurut penyiar RTHK.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Polisi Hong Kong Pemusnahan Hamster Infeksi Covid