Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mengandalkan Jakarta

Akhyar Zein | Jum'at, 24/12/2021 13:30 WIB


“Pasar-pasar baik Tanah Abang maupun yang lainnya, inilah sumber-sumber inklusi. Tidak hanya sebagai pasar tapi juga sumber untuk geliat ekonomi dan tentu saja bagaimana menghijaukan Jakarta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (foto: fajar.co.id)

JAKARTA -  Indonesia sangat mengandalkan pertumbuhan ekonomi Jakarta karena kontribusi terhadap ekonomi nasional sangat besar, kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Jakarta tumbuh, Indonesia saya kira akan juga tumbuh dan oleh karena itu kenapa langkah-langkah di Jakarta menjadi sangat penting,” kata Perry Warjiyo dalam Webinar Seri 2 ISEI Jakarta, Jumat.

Perry mengatakan agar pemerintah daerah Jakarta perlu memperkuat herd immunity dan penyediaan vaksin booster karena dua hal tersebut sangat penting untuk membentuk imunitas dan bisa membuka sektor-sektor ekonomi.

Selain itu, ia menyarankan Jakarta untuk memperkuat manufacturing karena sumber terhadap pertumbuhan ekonominya tinggi, serta memperkuat digitalisasi dan inklusi keuangan.

Baca juga :
Baleg DPR Soroti Putusan MK, Hanya BPK yang Berwenang Hitung Kerugian Negara
“Pasar-pasar baik Tanah Abang maupun yang lainnya, inilah sumber-sumber inklusi. Tidak hanya sebagai pasar tapi juga sumber untuk geliat ekonomi dan tentu saja bagaimana menghijaukan Jakarta,” ujar Perry.

Baca juga :
Apakah Diperbolehkan Mencuri karena Kelaparan dalam Islam?
Peran signifikan DKI Jakarta terhadap perekonomian nasional tercermin pada signifikannya konsumsi rumah tangga Jakarta dalam mempengaruhi output wilayah lain, yakni Jawa 21 persen, Bali-Nusa Tenggara 7 persen, Kalimantan 6 persen, Sumatera 5 persen dan Sulawesi-Papua 4 persen.

Di sektor keuangan, DKI Jakarta memagang outstanding kredit sebesar 29 persen dari kredit nasional. Simpanan masyarakat DKI Jakarta mencapai 49 persen dari total simpanan nasional. Kemudian dari sisi sistem pembayaran, khususnya non tunai, sebanyak 40 persen dari total Rp7,361 triliun transaksi bersumber dari Jakarta.

Baca juga :
Waka Baleg DPR: Putusan MK Pertegas Kewenangan BPK Hitung Kerugian Negara
Seiring dengan perbaikan ekonomi dunia dan nasional, penyediaan vaksinasi COVID-19 serta berlanjutnya pembangunan infrastruktur di Jakarta, Bank Indonesia yakin ekonomi Jakarta akan tumbuh membaik dengan kisaran 3,5-4,3 persen pada 2021 dan 5,3-6,1 persen pada 2022.

“Esensinya, Jakarta tentu saja akan menjadi epicentrum dan pendorong ekonomi nasional,” kata Perry.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Jakarta ekonomi nasional epicentrum Tanah Abang