Ketua DPD Ajak Pemangku Kepentingan Bersinergi Jaga Warisan Budaya Indonesia

Tim Cek Fakta | Sabtu, 11/12/2021 02:11 WIB


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia telah melakukan pencatatan dan penetapan daftar Warisan Budaya Tak Benda. Per bulan Juni tahun 2020, terdapat total 9.770 warisan budaya yang dicatat dan 1.086 di antaranya telah ditetapkan. Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti. Foto: dpdri/katakini.com

BANDUNG - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam menjaga warisan budaya yang dimiliki Indonesia.

Hal itu disampaikan LaNyalla saat memberikan sambutan pada Malam Puncak Anugerah Festival Tari Jaipong Kreasi Galuh Pakuan Cup Seri V di Ruang Auditorium RRI Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/12/2021).

Senator asal Jawa Timur itu mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara acara yakni Lembaga Adat Karatwan Galuh Pakuan, yang mengundang dan memberikan kesempatan kepadanya untuk ikut menyampaikan pandangannya.

Menurut LaNyalla, acara ini penting sebagai upaya untuk melestarikan dan pemajuan kebudayaan Indonesia, seperti diamanatkan dalam konstitusi kita.

Baca juga :
Baleg DPR Akan Panggil Sejumlah Pihak Bahas Putusan MK Soal Kerugian Negara

"Sekaligus sebagai upaya konkret kita untuk melestarikan Warisan Budaya Tak Benda," papar LaNyalla.

Baca juga :
Mendes Yandri Dorong Kerjasama Pengentasan Daerah Tertinggal dengan China

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia telah melakukan pencatatan dan penetapan daftar Warisan Budaya Tak Benda. Per bulan Juni tahun 2020, terdapat total 9.770 warisan budaya yang dicatat dan 1.086 di antaranya telah ditetapkan.

Penetapan Warisan Budaya Tak Benda itu tentu harus diikuti dengan langkah konkret dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan Indonesia. Juga, kata LaNyalla, menjaga eksistensinya secara turun temurun, sehingga tidak ada ruang bagi negara lain melakukan klaim.

Baca juga :
Klok Sebut Persib Sempat Kewalahan saat Hadapi Bali United

"Karena itu, dalam kesempatan ini saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam menjaga warisan budaya. Sebab, penetapan Warisan Budaya Tak Benda juga menjadi kekayaan yang harus diimbangi dengan tanggung jawab dalam pelestariannya," ujarnya.

Salah satu aksi nyata sebagai bentuk tanggung jawab dan upaya pelestarian Warisan Budaya Tak Benda adalah yang sudah dilakukan Lembaga Adat Karatwan Galuh Pakuan, dengan menggelar Festival Tari Jaipongan Kreasi Galuh Pakuan Cup Seri ke-V ini.

Aksi nyata lainnya tentu dapat dilakukan dengan menyelenggarakan festival, seminar, sarasehan dan lainnya.

"Tetapi yang lebih penting dari itu adalah memasukkan dalam kurikulum pendidikan pelajar, yang substansinya dapat disesuaikan dengan tradisi daerah masing-masing," tuturnya.

Menurut LaNyalla, upaya-upaya tersebut perlu dilakukan untuk membangkitkan semangat pelestarian Warisan Budaya Tak Benda. Tujuannya agar para seniman, budayawan dan masyarakat bersama-sama berkreasi, belajar, mengenal dan memaknai kembali identitas bangsa sebagai manusia Indonesia.

"Karena kebudayaan merupakan warisan asli bangsa Indonesia, sekaligus sebagai identitas yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari," papar dia.

Namun, LaNyalla melanjutkan, di luar semua itu, masih ada pekerjaan besar yang harus kita perjuangkan, yaitu memasukkan entitas pegiat kebudayaan nasional ke dalam sistem politik Indonesia, termasuk entitas-entitas civil society yang lain. Tujuannya agar mereka dapat ikut menentukan arah perjalanan bangsa.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
LaNyalla DPD warisan budaya