AS Kecam Rezim Myanmar Atas Vonis Aung San Suu Kyi

Akhyar Zein | Selasa, 07/12/2021 09:11 WIB


Blinken mendesak Myanmar untuk membebaskan Suu Kyi dan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken (foto: AFP/ medcom.id)

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) pada Senin mengecam vonis tidak adil terhadap pemimpin yang digulingkan Myanmar Aung San Suu Kyi dan menyerukan agar dia dibebaskan bersama pejabat lainnya.

"Penghukuman tidak adil rezim militer Myanmar terhadap Aung San Suu Kyi dan penindasan terhadap pejabat lain yang dipilih secara demokratis merupakan penghinaan terhadap demokrasi dan keadilan di Burma," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam sebuah pernyataan.

"Rezim terus mengabaikan aturan hukum dan meluasnya penggunaan kekerasan terhadap rakyat Myanmar. Kami menggarisbawahi urgensi memulihkan jalan demokrasi Burma," tambah dia.

Sebelumnya pada Senin, pengadilan militer di Myanmar menghukum Suu Kyi, seorang pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, dengan empat tahun penjara atas tuduhan melanggar pembatasan Covid-19.

Baca juga :
Baleg DPR Akan Panggil Sejumlah Pihak Bahas Putusan MK Soal Kerugian Negara

Blinken mendesak Myanmar untuk membebaskan Suu Kyi dan "semua orang yang ditahan secara tidak adil, termasuk pejabat lain yang dipilih secara demokratis".

Baca juga :
Mendes Yandri Dorong Kerjasama Pengentasan Daerah Tertinggal dengan China

"Kami menegaskan kembali seruan kami kepada rezim untuk terlibat dalam dialog konstruktif di mana semua pihak mencari resolusi damai demi kepentingan rakyat, sebagaimana disepakati dalam Konsensus Lima Poin ASEAN," kata Blinken.

Pada 1 Februari, junta militer Myanmar merebut kekuasaan setelah tuduhan penipuan dalam pemilihan umum pada November 2020 dan ketegangan politik di negara itu.

Baca juga :
Klok Sebut Persib Sempat Kewalahan saat Hadapi Bali United

Tentara menangkap para pemimpin dan pejabat partai Liga Nasional untuk Demokrasi yang berkuasa, termasuk pemimpin de facto Aung San Suu Kyi, dan mengumumkan keadaan darurat satu tahun.

Menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) yang berbasis di Myanmar, lebih dari 1.100 orang telah tewas dan lebih dari 9.000 demonstran ditangkap dalam penumpasan brutal militer terhadap protes massa dan pemberontakan terhadap kekuasaan mereka.(AA)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
vonis Suu Kyi rezim militer junta