Khairul Fahmi: Harus Ada Timbal Balik dari Garuda Shield ke-15

Akhyar Zein | Jum'at, 13/08/2021 14:10 WIB


Selain konteks diplomasi pertahanan, komitmen yang diperoleh TNI selanjutnya terkait kerja sama latihan tersebut juga menjadi penting untuk diketahui. Personil pasukan TNI AD dan US Army peserta latma Garuda Shield 15/2021. (Foto: Dok. 25th Infantry Division)

Jakarta, Katakini.com - Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi berharap ada timbal balik yang sepadan dari latihan bersama antara TNI AD dan angkatan darat AS (US Army) di kemudian hari.

Khairul Fahmi mengatakan bahwa latihan bersama biasanya bersifat timbal balik sehingga seharusnya latihan berikutnya dapat dilakukan di wilayah Amerika Serikat (AS) dengan bentuk latihan dan pelibatan jumlah personel yang setara.

Hal itu dikemukakan Fahmi menjelang berakhirnya latihan TNI AD dan US Army bertajuk Garuda Shield ke-15 pada Sabtu (14/8) yang digelar di tiga lokasi berbeda yakni Baturaja, Balikpapan, dan Manado.

Dia menyebut bahwa selain konteks diplomasi pertahanan, komitmen yang diperoleh TNI selanjutnya terkait kerja sama latihan tersebut juga menjadi penting untuk diketahui.

Baca juga :
Menko PM Ajak Puluhan Media Homeless Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan

Fahmi juga menyoroti salah satu lokasi latihan bersama yakni di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang berdekatan dengan lokasi calon ibu kota baru.

Baca juga :
Wanti-wanti Legislator PDIP soal Pelaksanaan Haji di Tengah Konflik Timteng

Menurutnya, perlu dilakukan evaluasi oleh pihak terkait, termasuk DPR, mengenai kemanfaatan dan risiko dari penentuan wilayah tersebut sebagai lokasi latihan militer bersama.

"Perlu evaluasi apakah titik latihan yang digunakan sudah diperhitungkan kemanfaatan dan risikonya," kata Fahmi.

Baca juga :
MPR Gandeng UII Dorong Penguatan Kajian Konstitusi dan Sosialisasi Empat Pilar

Di samping itu, Fahmi mengingatkan bahwa manfaat apapun yang didapatkan dari latihan militer tersebut tidak boleh mempengaruhi sikap dan kebijakan terkait dengan persoalan kawasan karena Indonesia menganut politik luar negeri bebas aktif.

Dia berharap bahwa latihan militer bersama yang dilakukan ditujukan bagi peningkatan kualitas dan profesionalitas prajurit TNI, bukan prioritas maupun kepentingan lainnya.

"Prioritas pada peningkatan profesionalitas prajurit, itu yang diharapkan," ujarnya.

Latihan Garuda Shield ke-15 tahun 2021 antara TNI AD dan US Army merupakan latihan terbesar sepanjang sejarah kerja sama militer Indonesia dan AS.

Sebanyak 2.161 prajurit TNI AD dan 1.547 tentara AS melakukan berbagai materi latihan bersama yang telah dimulai sejak 1 Agustus 2021 lalu. (Antara)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
TNI latihan bersama US Army