
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali (Foto: Kemenpora.go.id)
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyatakan raihan satu emas, satu perak dan tiga perunggu di Olimpiade Tokyo 2020 merupakan peningkatan dari Olimpiade Rio de Janeiro 2016, meski secara peringkat Indonesia turun di urutan ke-55 atau meleset dari target 40 besar.
"Apakah kita melorot? Saya kira tidak. Karena kalau menggunakan ukuran medali, kita malah bertambah. Kita menghitung ranking, kita harus menyesuaikan. Ini menjadi catatan NOC Indonesia dan internal kami," kata Zainudin dalam konferensi pers virtual, Senin (9/8/2021).
Pada gelaran Olimpiade sebelumnya, Indonesia membawa pulang tiga medali dengan rincian satu emas dan dua perak. Hasil tersebut membuat Indonesia finis di urutan ke-46 dalam klasemen perolehan medali.
Meski dari segi peringkat mengalami penurunan, menurut dia hal tersebut bukan suatu kemunduran bagi prestasi olahraga Indonesia.
"Jadi kalau ukuran menggunakan parameter di Rio, target kita bisa tercapai. Tapi tadi disebutkan, negara-negara yang tadinya tidak ada ranking, tapi bisa di atas kita. Ini catatan kita untuk menghitung ke depan," ujar Zainudin.
Berdasarkan hasil di Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia menjadi negara Asia Tenggara terbaik kedua dalam perolehan medali setelah Filipina yang tampil sensasional dan finis di urutan ke-50 dengan satu emas, dua perak dan satu perunggu.
Sedangkan Thailand yang dalam empat gelaran Olimpiade sebelumnya selalu menjadi negara Asia Tenggara terbaik, kali ini finis di urutan ke-59 dengan satu emas dan satu perunggu.
Selasa, 14/04/2026
Jum'at, 10/04/2026