Jutaan Orang di Nigeria Timur Terancam Kelaparan Akut

akhyar | Rabu, 04/08/2021 22:02 WIB


Gubernur Borno Babagana Zulum mengatakan pemerintah negara bagian mulai membuka kembali lahan pertanian untuk petani untuk mencegah krisis pangan. Ibu menggendong bayinya yang kekurangan gizi di fasilitas kesehatan di Maiduguri, Nigeria (foto: AFP/ theguardian.com)

Nigeria, Katakini.com - Sekitar 4,4 juta orang di timur laut Nigeria kemungkinan besar akan menghadapi krisis pangan dan kelaparan akut karena meningkatnya serangan oleh kelompok teroris Boko Haram dan migrasi petani.

Esty Sutyoko, wakil kepala Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) Nigeria, mengatakan hilangnya mata pencaharian selama lebih dari satu dekade kekerasan dan pandemi Covid-19 telah memicu kerawanan pangan di wilayah tersebut.

Dia mengatakan tantangan itu membutuhkan kolaborasi antara pihak berwenang di Nigeria dan organisasi dan badan kemanusiaan di negara itu.

Sekitar tiga juta orang telah mengungsi di negara bagian timur laut Adamawa, Borno, dan Yobe menyusul serangan Boko Haram.

Baca juga :
Indonesia dan Inggris Luncurkan Dokumen Panduan Dekarbonisasi Sektor Maritim

Gubernur Borno Babagana Zulum mengatakan pemerintah negara bagian mulai membuka kembali lahan pertanian untuk petani untuk mencegah krisis pangan.

Baca juga :
Bisa Jadi Pelajaran Pejabat, Ini Kisah Firaun Saat Kekuasaan Justru Menghancurkan

"Salah satu cara untuk mengakhiri krisis ini adalah dengan mengembalikan orang-orang ke kampung halaman mereka, membuka lahan pertanian baru, dan mewujudkan ketahanan pangan," kata dia selama kunjungannya di sepanjang perbatasan negara dengan Niger.(AA)

Baca juga :
FGD BP MPR Soroti Penguatan Kedaulatan Rakyat dalam Demokrasi Pancasila
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
kelaparan akut Boko Haram lahan pertanian