Anggota Dewan Oposisi Dilarang Masuk Gedung Parlemen Malaysia

Akhyar Zein | Senin, 02/08/2021 16:01 WIB


Kementerian Kesehatan (MOH) Malaysia juga merekomendasikan agar seluruh pertemuan di parlemen ditunda selama dua minggu karena kasus Covid-19 yang terdeteksi di parlemen, dikutip dari media Bernama. Ratusan pemuda perwakilan Sekretariat Solidaritas Rakyat berkumpul di sepanjang jalan Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, Malaysia pada 31 Juli 2021 untuk memprotes kegagalan pemerintahan Perikatan Nasional (PN) dan menuntut Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yasin segera mengundurkan diri. ( foto: Anadolu Agency )

Jakarta, Katakini.com - Anggota dewan dari partai oposisi Malaysia berkumpul di Merdeka Square, Kuala Lumpur, setelah dilarang masuk ke Gedung Parlemen oleh polisi, Senin.

Media lokal The Star melaporkan beberapa pemimpin oposisi berpidato menyerukan pembukaan kembali parlemen.

Para anggota parlemen tersebut juga diperkirakan akan bergerak menuju Gedung Parlemen yang berjarak sekitar 2 kilometer dari Merdeka Square.

Sejumlah polisi telah berjaga di sepanjang jalan menuju parlemen Malaysia pada hari ini.

Baca juga :
Disney PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasannya

Sebelumnya, Sekretaris Dewan Rakyat Nizam Mydin Bacha Mydin mengumumkan penundaan rapat khusus parlemen yang seharusnya digelar pada Senin hari ini.

Baca juga :
8 Dampak Ikan Sapu-Sapu terhadap Ekosistem Perairan

Kementerian Kesehatan (MOH) Malaysia juga merekomendasikan agar seluruh pertemuan di parlemen ditunda selama dua minggu karena kasus Covid-19 yang terdeteksi di parlemen, dikutip dari media Bernama.

Menurut Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah, terdapat dua kasus positif dari total 104 orang yang menjalani tes rapid antigen pada 26-28 Juli.

Baca juga :
Hukum Langsung Salat Setelah Mandi Junub Tanpa Wudhu

Setelah itu, MOH melakukan tes rapid antigen terhadap 1.183 orang di parlemen dan mendeteksi sembilan kasus Covid-19 sehingga totalnya menjadi 11.

Pada 30 Juli, Hisham mengatakan tes dilakukan terhadap 100 orang dengan tes PCR dan hasilnya ditemukan sembilan kasus positif.

Menurut Hisham, terdapat enam kasus dengan tingkat penularan yang tinggi serta berpotensi menjadi “superspreader”.

Saat ini, politik dalam negeri Malaysia sedang memanas setelah pemerintah mengumumkan mencabut semua undang-undang darurat dan tidak meminta raja untuk memperpanjang darurat Covid-19 yang berakhir pada 1 Agustus.

Pengumuman tiba-tiba itu memicu ketakutan dan kemarahan di negara yang, seperti banyak negara lain di Asia Tenggara, berada di tengah gelombang Covid-19 yang berkembang akibat varian Delta yang sangat menular.

Beban kasus virus Malaysia sekarang di atas 1 juta dan jumlah kematian lebih dari 8.700, dengan angka harian mencapai rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir.(AA)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Malaysia anggota dewan Covid 19