Kalahkan Brazil, Indonesia Kembali Catat Kasus Covid Harian Tertinggi Dunia

Asrul | Jum'at, 16/07/2021 15:06 WIB


Indonesia setidaknya telah tiga kali melaporkan kasus harian tertinggi di dunia dalam pekan ini. Ilustrasi vaksin

Jakarta, katakini.com - Indonesia kembali menjadi negara dengan kasus Covid-19 harian tertinggi di dunia setelah melaporkan 56.757 pasien baru dalam sehari pada Kamis (16/07).

Menurut data yang dihimpun oleh Worldometers dari seluruh negara, pada Jumat, jumlah kasus harian Indonesia pada Kamis melampaui Brazil, Inggris, India, dan Amerika Serikat.

Selain itu, kasus kematian Indonesia yang berjumlah 982 pada Kamis juga merupakan yang tertinggi kedua di dunia setelah Brazil yang melaporkan 1.552 pasien meninggal. Indonesia setidaknya telah tiga kali melaporkan kasus harian tertinggi di dunia dalam pekan ini.

Sebelumnya diberitakan, Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman menuturkan lonjakan kasus telah menjadikan Indonesia sebagai episentrum penyebaran Covid-19 terbaru di Asia, bahkan dunia seiring merebaknya varian Delta yang lebih cepat menular.

Baca juga :
Menko PM Ajak Puluhan Media Homeless Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan

“Jumlah kasusnya merupakan salah satu yang tertinggi, bahkan jumlah kasus per 1 juta penduduk itu yang tertinggi di dunia,” kata Epidemiolog dari Griffith University.

Baca juga :
Wanti-wanti Legislator PDIP soal Pelaksanaan Haji di Tengah Konflik Timteng

Dicky memprediksi angka penularan di Indonesia masih akan meningkat dan mencapai puncaknya pada akhir Juli atau awal Agustus mendatang.

Dia mengatakan puncak kasus dapat mencapai 200 ribu per hari apabila pembatasan aktivitas yang saat ini berlaku cukup berhasil, namun bisa juga mencapai 400 ribu per hari apabila pembatasan tidak berhasil.

Baca juga :
MPR Gandeng UII Dorong Penguatan Kajian Konstitusi dan Sosialisasi Empat Pilar

Dari prediksi tersebut, hanya sekitar 100 ribu kasus yang kemungkinan yang dapat terdeteksi oleh sistem tes dan penelusuran kontak di Indonesia.

Indonesia, kata dia, sejauh ini masih belum melakukan cukup tes sehingga angka penularan yang sebenarnya terjadi jauh lebih tinggi dibandingkan yang dilaporkan secara resmi oleh pemerintah.

“Yang terburuk masih belum datang, tetapi kemungkinan tidak lama lagi dan apabila tidak ditangani dengan baik akan sangat menyakitkan dan menimbulkan banyak korban. Ini harus dicegah,” kata Dicky. (AA)

 

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kasus Covid Jumlah Kematian