Lebanon Terancam Kekurangan Pasokan Obat-obatan Akibat Devisa

| Senin, 05/07/2021 07:37 WIB


ratusan obat lain akan kehabisan stok selama bulan Juli jika impor obat-obatan tidak segera dilanjutkan. Pelanggan menelusuri lorong obat di apotek di ibukota Lebanon, Beirut, pada 2 Februari 2021 [JOSEPH EID/AFP via Getty Images]

Jakarta, katakini.com - Importir farmasi Lebanon memperingkatkan bahwa Lebanon terancam menderita kekurangan akut obat-obatan impor, terutama untuk penyakit kronis, di tengah kurangnya devisa di negara tersebut.

"Perusahaan pengimpor telah kehabisan ratusan obat-obatan esensial yang mengobati penyakit kronis dan tidak dapat disembuhkan," kata Sindikat Importir Farmasi Lebanon dalam sebuah pernyataan, mencatat bahwa situasi ini telah berlangsung selama berminggu-minggu.

Badan tersebut memperingatkan bahwa ratusan jenis obat lain akan kehabisan stok selama bulan Juli jika impor obat-obatan tidak segera dilanjutkan.

Pejabat kesehatan Lebanon mengatakan pada awal Juni bahwa negara itu kehilangan 70% obat-obatan dan pasokan medisnya.

Baca juga :
Daftar Pemain Timnas U19 Indonesia untuk Piala AFF 2026

Kelompok itu juga menunjukkan bahwa importir terus memasok pasar dengan beberapa obat yang masih mereka miliki tanpa gangguan.

Baca juga :
Jelang Turnamen di Spanyol, Hector Souto Panggil 19 Pemain untuk TC Timnas

Selama satu setengah tahun, Lebanon telah menyaksikan krisis ekonomi yang parah, membawa negara itu di ambang kehancuran finansial.

Baca juga :
Enrique Sebut PSG Lebih Termotivasi Pertahankan Gelar Liga Champions
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Wilayah Lebanon Kekurangan Devisa Krisis Obat