Muhammad Lutfi : Ekonomi Digital Indonesia Capai Rp4.531 Triliun di 2030

Akhyar Zein | Jum'at, 11/06/2021 06:20 WIB


Menteri Perdagangan Indonesia Muhammad Lutfi memperkirakan ekonomi digital Indonesia pada 2030 mendatang akan tumbuh delapan kali lipat Menteri Perdagangan Indonesia Muhammad Lutfi (foto: Antara)

Jakarta, Katakini.com - Menteri Perdagangan Indonesia Muhammad Lutfi memperkirakan ekonomi digital Indonesia pada 2030 mendatang akan tumbuh delapan kali lipat dari saat ini.

Menurut Lutfi, ekonomi digital Indonesia akan tumbuh dari sebelumnya Rp632 triliun menjadi Rp4.531 triliun pada 10 tahun ke depan.

Lutfi mengatakan pada tahun 2020 ekonomi digital Indonesia menghasilkan 4 persen dari GDP.

"Pada 10 tahun ke depan di 2030, GDP Indonesia akan tumbuh dari Rp 15.400 triliun saat ini menjadi Rp 24.000 triliun," jelas Lutfi dalam keterangan pers usai rapat terbatas terkait ekonomi digital di Kantor Presiden pada Kamis.

Baca juga :
8 Dampak Ikan Sapu-Sapu terhadap Ekosistem Perairan

Menurut dia, e-commerce menjadi peran terbesar sekitar 34 persen atau setara Rp1.900 triliun dalam pertumbuhan ekonomi digital tersebut.

Baca juga :
Hukum Langsung Salat Setelah Mandi Junub Tanpa Wudhu

PDB di bidang online travel sebesar Rp575 triliun dan media online sebesar Rp191 triliun pada 2030, tutur Lutfi.

"Ride hailing seperti Gojek dan Grab dengan Rp401 triliun pada 2030," jelas Lutfi.

Baca juga :
Baleg DPR Akan Panggil Sejumlah Pihak Bahas Putusan MK Soal Kerugian Negara

Pemerintah, kata dia, menyadari akan membenahi infrastruktur digital dan komunikasi.

"Kemudian perlindungan konsumen digital sangat penting, juga tenaga kerja yang berketerampilan khusus di bidang teknologi juga merupakan salah satu pilar dasar yang penting," jelas dia.(AA)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
ekonomi digital infrastruktur 10 tahun