Masyarakat Muslim Asia Tenggara Minta PBB Tegas pada Israel

Akhyar Zein | Selasa, 11/05/2021 10:38 WIB


Majelis Musyawarah Ormas Islam Malaysia (MAPIM) melakukan penggalangan dana bagi para pejuang Masjid Al Aqsa untuk kebutuhan pangan, obat-obatan, dan keamanan Polisi Israel menahan pengunjuk rasa Palestina ditengah ketegangan menjelang sidang sengketa kepemilikan Israel-Palestina di kawasan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, Rabu (5/5/2021). (foto: Reuters/ Antara).

JAKARTA, Katakini.com - Masyarakat Muslim di Asia Tenggara mengutuk aksi kekerasan dan pengusiran paksa yang dilakukan pasukan Israel terhadap warga Palestina di Masjid al-Aqsa.

Dua ormas Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah meminta Persatuan Bangsa-Bangsa dan dunia internasional mengambil langkah nyata atas kekerasan yang dilakukan tentara Israel.

Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengecam peristiwa yang terjadi saat umat muslim Palestina sedang menunaikan puasa dan ibadah di bulan Ramadan itu.

“PBB dan semua negara di dunia internasional harusnya bertindak tegas terhadap segala bentuk kesewenang-wenangan Israel, serta tidak boleh melindunginya,” ujar Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir dalam pernyataannya yang diterima pada Selasa.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini mendesak PBB melakukan langkah cepat dan upaya strategis agar Palestina kembali damai, Palestina berdaulat sebagai sebuah negara yang diakui seluruh bangsa di dunia.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

“PBNU mengutuk penyerangan polisi Israel terhadap warga Palestina yang sedang beribadah. Terlebih, peristiwa itu terjadi pada Ramadhan, bulan yang suci bagi umat Islam,” kata Helmy dalam pernyataannya.

Selain itu, NGO Aqsa Working Group (AWG) melakukan aksi solidaritas di 30 titik di Indonesia pada Senin sore, pasca-serangan Israel terhadap jemaah di Masjid al-Aqsa, Yerusalem.

Baca juga :
Mengenal Enam Rukun Haji yang Wajib Dipenuhi agar Ibadah Sah

Ketua Presidium AWG M. Anshorullah mengungkapkan, aksi tersebut digelar sekaligus berbagi takjil gratis di lokasi yang tersebar di Pulau Jawa, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatera, hingga Ternate.

Di Jakarta, aksi solidaritas Masjid al-Aqsa digelar di Tugu Tani.

Dari Malaysia, Majelis Musyawarah Ormas Islam Malaysia (MAPIM) melakukan penggalangan dana bagi para pejuang Masjid al- Aqsa untuk kebutuhan pangan, obat-obatan, dan keamanan.

“Dari Kuala Lumpur ke Istanbul, dari Senegal ke Kairo ... Muslim harus bangkit untuk mempertahankan Masjid al-Aqsa,” ujar MAPIM dalam pernyataannya.

Mereka menargetkan pengumpulan donasi sebesar USD25 ribu dalam empat pekan untuk segera dikirim ke Masjid al-Aqsa.

Sementara itu, Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) juga mengutuk segala bentuk kekerasan terhadap jamaah tidak bersenjata dari agama apapun dan segala penodaan terhadap tempat ibadah.

MUIS sangat prihatin dan sedih dengan kekerasan yang terjadi terhadap para jemaah di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem.

“Kami berdoa rahmat dan keselamatan Allah bagi mereka yang tidak bersalah dan berharap adanya ketenangan dan de-eskalasi situasi yang cepat,” kata MUIS dalam keterangannya.(AA)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
mengutuk Muhammadiyah MAPIM