
Peta yang menunjukkan Selat Hormuz terlihat dalam ilustrasi ini (Foto: REUTERS)
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jumat, menuding Iran berusaha menyerang kapal-kapal dagang milik India di Selat Hormuz dan menyebut tindakan itu tidak dapat diterima.
"Selain itu, serangan drone mereka yang gagal total semalam terhadap kapal-kapal India yang sedang meninggalkan Selat Hormuz sangat tidak dapat diterima. Mereka sebaiknya segera memperbaiki perilaku mereka, segera!" tulis Trump di Truth Social.
Pernyataan Trump itu muncul setelah Fox News melaporkan, dengan mengutip seorang pejabat senior pertahanan AS, bahwa Iran diduga telah menembakkan beberapa drone ke arah kapal-kapal yang berusaha melintasi Selat Hormuz.
"Tampaknya Iran telah mencoba menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz malam ini. Pasukan Amerika telah menembak jatuh dua drone sekali pakai milik Iran. Arus lalu lintas di Selat Hormuz tetap berjalan," kata pejabat tersebut.
Sebelumnya, pekan lalu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) India memanggil Jason Mix, seorang diplomat kuasa usaha (charge d`affaires) AS di New Delhi, untuk menyampaikan protes keras atas serangan Amerika terhadap kapal-kapal dagang berisi awak kapal asal India di Teluk Oman.
Pada Kamis (11/6), Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pasukan Amerika telah melumpuhkan sebuah kapal tanker berbendera Guinea-Bissau di Teluk Oman karena melanggar blokade terhadap Iran.
Pada akhir Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan agresi militer dengan menyerang sejumlah sasaran di Iran, termasuk Teheran, hingga mengakibatkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik AS di Timur Tengah.
Kemudian, pada 7 April, AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata yang secara resmi masih berlaku. Namun demikian, AS tetap memblokade pelabuhan dan perairan Iran, sementara Iran menetapkan aturan transit khusus melalui Selat Hormuz.
Bersamaan dengan hal itu, proses negosiasi masih berlangsung antara Iran dan AS, di mana kedua negara berusaha menyepakati draf kerangka nota kesepahaman. Kedua belah pihak juga sesekali masih saling melancarkan serangan sporadis.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti