Kemenkes: Indikasi Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia Mulai Terlihat

Akhyar Zein | Sabtu, 01/05/2021 11:46 WIB


Kasus kematian akibat Covid-19 juga meningkat sebesar 20 persen dalam sepekan terakhir dan jumlah pasien yang dirawat juga bertambah 1,28 persen Ilustrasi. Kurva tren kenaikan terkonfirmasi positif perhari (foto: kompas.com)

 
Katakini.com - Kementerian Kesehatan meminta masyarakat mewaspadai lonjakan kasus Covid-19, setelah tren kasus positif mulai meningkat pada April 2021.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan indikasi lonjakan kasus mulai terlihat, setelah tren penularan Covid-19 sempat melandai pada bulan lalu.

“Kemarin (Kamis) jumlah kasus melonjak menjadi 5.800 kasus, ada tambahan 600 kasus. Ini jadi alarm bagi kita,” kata Nadia melalui konferensi pers virtual, Jumat.

Selain itu, kasus kematian akibat Covid-19 juga meningkat sebesar 20 persen dalam sepekan terakhir dan jumlah pasien yang dirawat juga bertambah 1,28 persen.

Baca juga :
18 April 2026: Cek Daftar Peringatan di Dunia Hari Ini

Kementerian Kesehatan juga menyoroti munculnya sejumlah klaster Covid-19 dari perkantoran, mudik Lebaran yang lebih awal, salat tarawih berjamaah, serta buka puasa bersama.

Baca juga :
Raphinha Ingin Bremer Perkuat Lini Belakang Barcelona Musim Depan

Salah satu klaster yang menjadi perhatian yakni klaster ibadah tarawih di Banyumas di mana 51 orang terinfeksi Covid-19 setelah seorang jemaah yang terinfeksi tetap datang ke masjid.

Dia menuturkan Indonesia juga perlu lebih waspada mengingat 10 kasus Covid-19 dengan varian B117 —varian yang pertama kali dilaporkan di Inggris— juga telah ditemukan di Indonesia. Empat kasus di antaranya merupakan transmisi lokal.

Baca juga :
De Ligt Terancam Absen hingga Akhir Musim Akibar Cedera Kronis

Nadia mengingatkan masyarakat untuk mematuhi kebijakan pemerintah untuk tidak mudik Lebaran dan membatasi aktivitas yang tidak esensial.

“Kami mohon masyarakat lebih disiplin lagi menerapkan protokol kesehatan, kita tahu sudah ada potensi pelonjakan kasus, sudah ada varian baru yang kemungkinan menambah beratnya lonjakan kasus,” ujar Nadia.

Dia mengatakan, sejumlah negara di dunia juga melakukan pembatasan aktivitas dan lockdown karena lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga.

“Kita harus belajar dari India yang kasusnya mencapai 18 juta dan kematian terjadi setiap 4 menit. Kita tidak ingin Indonesia masuk dalam kondisi ini,” kata dia.

Indonesia sejauh ini telah mencatat lebih dari 1,6 juta kasus positif Covid-19, 45 ribu pasien meninggal, dan 100 ribu kasus aktif.(AA)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Covid 19 kasus positif varian B117