Wakil Presiden AS Ungkap Alasan Perjanjian dengan Iran Belum Dipublikasikan

Vaza Diva | Selasa, 16/06/2026 11:33 WIB


Ini alasan Wakil Presiden AS, JD Vance terkait perjanjian dengan Iran yang belum dipublikasikan hingga sekarang. Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance (Foto: Anadolu)

JAKARTA - JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat mengungkapkan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara AS dan Iran belum dipublikasikan karena masih adanya sejumlah detail teknis yang belum terselesaikan.

"Ada beberapa detail teknis yang perlu diselesaikan, yang tidak berkaitan dengan isi MoU itu sendiri, melainkan dengan pelaksanaannya," kata Vance kepada NBC News, seperti dilansir RIA Novosti pada Selasa (16/6).

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa Qatar dan Pakistan banyak membantu dalam kesepakatan tersebut.

AS ingin Iran memperoleh manfaat jika mematuhi ketentuan yang telah disepakati dalam perjanjian itu, katanya.

Baca juga :
Pelatih Belgia Sebut Laga Pertama Piala Dunia Selalu Sulit Baginya

"Jika Iran mematuhi ketentuan dalam kesepakatan tersebut, maka manfaat akan mengalir kepada mereka dan itulah yang kami harapkan," kata Vance.

Baca juga :
Harga Emas Stabil di Rp2,72 Juta per Gram

Ia mengatakan dirinya ingin melihat Iran menjadi negara yang sukses dan bertindak layaknya negara normal.

"Namun, hal itu hanya akan terjadi jika mereka melakukan hal-hal yang diperlukan untuk berkomitmen dalam jangka panjang agar tidak mengembangkan senjata nuklir," ujarnya.

Baca juga :
Komisi VII Minta BSN Perluas Sertifikasi SNI Gratis Bagi UMKM

Vance mengatakan salah satu poin utama dalam MoU tersebut adalah bantuan dari AS dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk memusnahkan stok uranium yang diperkaya milik Iran.

"Faktanya, salah satu bagian inti dari kesepakatan tersebut adalah bahwa IAEA dan Amerika Serikat akan membantu Iran menghancurkan persediaan uranium yang sangat diperkaya, dan hal itu dijelaskan dengan sangat jelas," ujarnya.

Ia juga mengatakan para inspektur nuklir akan diizinkan kembali ke Iran.

Pada Minggu, Presiden AS Donald Trump dan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengonfirmasi bahwa nota kesepahaman tersebut telah difinalisasi.

Dokumen itu dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada 19 Juni setelah kedua negara lebih dulu menandatanganinya secara digital pada Minggu. (Ant)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Wakil Presiden AS Kesepakatan dengan Iran JD Vance Konflik Timur Tengah