165 Orang Meninggal Akibat Banjir di NTT dan NTB

Akhyar Zein | Kamis, 08/04/2021 20:20 WIB


Sebanyak 45 korban lainnya masih hilang sejak banjir yang dipicu siklon tropis Seroja akhir pekan lalu Kondisi Banjir Bandang di Kabupaten Flores Timur, NTT (foto: HUMAS BNPB)

Katakini.com - Korban meninggal akibat banjir yang dipicu siklon tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat bertambah menjadi 165 orang hingga Kamis malam.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan 163 korban meninggal di NTT dan dua orang lainnya di NTB.

“Sebanyak 45 orang masih hilang,” kata Doni dalam konferensi pers virtual pada Kamis.

Doni mengatakan tim SAR telah mengerahkan anjing K-9 dan ekskavator untuk mencari korban yang diduga masih tertimbun.

Baca juga :
JD Vance Mungkin Pimpin Lagi AS dalam Negosiasi Kedua dengan Iran

BNPB juga mencatat sebanyak 22 ribu orang terdampak banjir, longsor, dan gelombang tinggi di NTT yang terjadi pada Minggu.

Baca juga :
Menko PM Ajak Puluhan Media Homeless Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan

Gubernur NTT Viktor Laiskodat sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat bencana yang berlaku hingga 5 Mei 2021.

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan siklon tropis Seroja ini merupakan peristiwa yang langka dan baru pertama kali terjadi di Indonesia.

Baca juga :
Wanti-wanti Legislator PDIP soal Pelaksanaan Haji di Tengah Konflik Timteng

Faktor yang mengakibatkan terbentuknya bibit siklon seroja salah satunya yakni suhu muka laut yang semakin hangat, mencapai lebih dari 26,5 derajat hingga 29 derajat celcius, di wilayah Samudera Hindia.

Menurut BMKG, hal ini merupakan bukti nyata bahwa perubahan iklim global terjadi.(Anadolu Agency)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
siklon tropis Seroja 163 korban meninggal BMKG