Raksasa Minyak Aramco Laporkan Laba Anjlok 44,4% Pada 2020

Akhyar Zein | Senin, 22/03/2021 06:22 WIB


Keuntungan Aramco pada 2020 mencapai USD49 miliar lebih rendah dari perolehan pada 2019 yang mencapai USD88,2 miliar Perusahaan Minyak Arab Saudi Aramco konfirmasi penurunan laba perusahaan sebanyak 44% (foto Warta Ekonomi)

Katakini.com - Perusahaan minyak milik Kerajaan Arab Saudi, Aramco melaporkan perolehan keuntungan pada 2020 merosot hingga 44,4 persen.

Perusahaan raksasa minyak bumi itu mengatakan memperoleh 138 miliar riyal Saudi atau USD49 miliar pada 2020, dibandingkan dengan 330,7 miliar riyal (USD88,2 miliar) pada 2019.

Penurunan keuntungan itu terjadi karena pandemi Covid-19 yang mengguncang pasar energi dunia pada 2020.

"Dalam salah satu tahun paling menantang dalam sejarah baru-baru ini, Aramco menunjukkan proposisi nilai uniknya melalui kelincahan finansial dan operasionalnya yang cukup besar," kata kepala eksekutif Aramco Amin Nasser.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Perusahaan minyak itu mengatakan tetap membagikan pembayaran dividen kepada pemegang sahamnya senilai USD75 miliar.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Arab Saudi sangat terpengaruh oleh pandemi Covid-19 karena ekspor minyaknya menurun di tengah penurunan harga minyak.

Pada 2020, kerajaan mencatat defisit USD79,5 miliar, dengan pendapatannya mencapai USD205,5 miliar sementara pengeluarannya meningkat menjadi USD285 miliar.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Anggaran 2021 Arab Saudi juga mencatat defisit USD38 miliar karena diperkirakan menghabiskan USD264 miliar sementara pendapatannya diperkirakan mencapai USD226 miliar.(Anadolu Agency)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Aramco merosot Arab Saudi