China Tuduh Administrasi Energi Nasional Lalai Lindungi Lingkungan

Agus Mughni Muttaqin | Sabtu, 30/01/2021 18:36 WIB


Administrasi Energi Nasional (NEA) kurang memperhatikan perlindungan lingkungan ketika mempromosikan pengembangan energi. Ilustrasi polusi udara di Korea (foto: UPI)

Beijing, Katakini.com- Tim inspeksi pemerintah pusat China menuduh administrasi energi negara itu lalai dalam perlindungan lingkungan. Ia gagal mengontrol kapasitas tenaga batu bara baru di daerah-daerah utama yang tercemar.

Dilansir dari Reuters, tim dari Kementerian Ekologi dan Lingkungan (MEE) menemukan, Administrasi Energi Nasional (NEA) kurang memperhatikan perlindungan lingkungan ketika mempromosikan pengembangan energi.

"Kapasitas tenaga batu bara baru di area utama untuk polusi udara tidak dikontrol secara ketat, yang menyebabkan apa yang harus dibangun tidak dibangun dan apa yang tidak boleh dibangun," kata MEE dalam sebuah pernyataan pada Jumat malam (29/1).

Pejabat NEA tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar.

Baca juga :
Disney PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasannya

Tim tersebut diluncurkan pada akhir 2015 dengan otoritas penuh dari pimpinan Partai Komunis yang berkuasa.

Baca juga :
8 Dampak Ikan Sapu-Sapu terhadap Ekosistem Perairan

Inspeksi terbaru dimulai pada Agustus ketika para ahli menyatakan keprihatinan bahwa penurunan tajam polusi udara karena langkah-langkah pengendalian COVID-19 dapat berbalik karena upaya untuk menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi.

Banyak proyek energi besar telah diatur tetapi dengan sedikit persyaratan untuk mendukung langkah-langkah perlindungan lingkungan, kata MEE pada hari Jumat.

Baca juga :
Hukum Langsung Salat Setelah Mandi Junub Tanpa Wudhu

Dikatakan bahwa NEA menurunkan spesifikasi lingkungan saat merevisi undang-undang batu bara dan tidak cukup fokus untuk mempromosikan energi bersih dan transisi rendah karbon.

Pemeriksaan acak dari tiga provinsi menemukan bahwa 121 tambang batu bara`telah mengumumkan kapasitas yang 30 persen lebih dari yang disetujui, kata pernyataan itu.

"Kegagalan untuk menempatkan perlindungan lingkungan pada puncaknya adalah alasan utama pengembangan ekstensif jangka panjang dalam industri energi China," katanya.

Tim inspeksi telah meminta NEA untuk mempercepat penelitian rencana perbaikan dan melaporkan kepada komite pusat partai dan Dewan Negara pemerintah dalam waktu 30 hari kerja.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
China Badan Energi Administrasi Energi Nasional Perlindungan Lingkungan