Komitmen Penyintas Kanker Payudara se-Indonesia Jaga Protokol Kesehatan

Asrul | Minggu, 25/10/2020 07:03 WIB


Satu dari lima poin pernyataan bersama tersebut berisi komitmen penyintas kanker payudara untuk tetap menjaga protokol kesehatan, di tengah pandemi Covid-19 di Tanah Air. Temu Penyintas Kanker Payudara yang digelar YKPI (Foto: Dok. YKPI)

Jakarta, katakini.com - Ada yang berbeda dari kegiatan Temu Penyintas Kanker Payudara yang digelar Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) tahun ini, pada Sabtu (24/10).

Tidak hanya dilaksanakan secara virtual, ajang tahun ke-IV yang diikuti hampir 500 penyintas kanker payudara se-Indonesia ini juga menyertakan pernyataan bersama, yang dibacakan oleh perwakila penyintas dari Sabang sampai Merauke.

Satu dari lima poin pernyataan bersama tersebut berisi komitmen penyintas kanker payudara untuk tetap menjaga protokol kesehatan, di tengah pandemi Covid-19 di Tanah Air.

"Melakukan adaptasi kebiasaan baru dengan melaksanakan protokol kesehatan: memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," demikian salah satu isi pernyataan bersama tersebut.

Baca juga :
Menko PM Ajak Puluhan Media Homeless Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan

Selain itu, para penyintas juga menyatakan siap untuk: Senantiasa menjaga kesehatan diri sesuai anjuran dokter; saling mendukung dan menguatkan sesama pejuang dan penyintas untuk melawan kanker payudara; dan tetap semangat, optimis, dan selalu berdoa kepada Tuhan yang Maha Kuasa.

Baca juga :
Wanti-wanti Legislator PDIP soal Pelaksanaan Haji di Tengah Konflik Timteng

"Senantiasa melakukan kampanye deteksi dini kanker payudara dengan Sadari (Periksa Payudara Sendiri)," tutup pernyataan tersebut.

Mengambil tajuk `Tetap Optimis Dalam Adaptasi Kebiasaan Baru di Masa Pandemi Covid-19, Kamu Bisa Kita Bisa!`, YKPI mendorong penyintas menyesuaikan diri dengan masalah yang tengah melanda dunia, yaitu pandemi Covid-19.

Baca juga :
MPR Gandeng UII Dorong Penguatan Kajian Konstitusi dan Sosialisasi Empat Pilar

Ketua YKPI Linda Agum Gumelar mengatakan pandemi yang berlangsung sejak Maret lalu, membuat semua pihak gagap termasuk YKPI.

"Tapi kami kemudian mencoba untuk menyesuaikan diri karena kita gak boleh lagi kan sosialisasi dengan tatap muka, jadi kami mengambil langkah untuk memodifikasi program dengan bentuk-bentuk virtual yang banyak melibatkan pihak di seluruh Indonesia," tutur Linda dalam sambutannya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Protokol Kesehatan Kanker Payudara YKPI Temu Penyintas