Sri Mulyani Bilang Resesi Tak Berarti Ekonomi Buruk

| Selasa, 08/09/2020 06:12 WIB


Meski demikian, resesi tidak berarti ekonomi di Tanah Air akan memburuk. Menteri Keuangan Sri Mulyani

Katakini.com - Ekonomi Indonesia diprediksi berpotensi resesi pada kuartal III/2020 karena pertumbuhannya kembali minus. Meski demikian, resesi tidak berarti ekonomi di Tanah Air akan memburuk.

"Kalau secara teknikal kuartal III ini kita di zona negatif, maka resesi terjadi. Namun, tidak berarti kondisinya sangat buruk, karena kami lihat kalau kontraksi lebih kecil dan menunjukkan ada pemulihan di bidang konsumsi dan investasi melalui dukungan belanja pemerintah di akselerasi cepat," ujar
Menteri Keuangan Sri Mulyani
usai rapat bersama Banggar DPR, Senin (7/9/2020).

Selain pemulihan konsumsi dan investasi, ia menuturkan perbaikan kinerja ekspor juga akan membantu pemulihan ekonomi akibat covid-19.

Dalam satu hingga dua bulan terakhir, ekspor tercatat menguat. Data BPS menyebut nilai ekspor mencapai US$13,73 miliar pada Juli 2020 atau naik 14,33 persen dari Juni 2020.

Baca juga :
7 Gunung di Indonesia yang Dilarang untuk Pendakian

"Karena satu bulan terakhir terjadi kenaikan kenaikan cukup baik, maka bisa berharap pertumbuhan ekonomi di kuartal III lebih baik dibanding kuartal II yang kontraksi cukup dalam 5,3 persen," jelasnya.

Baca juga :
DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Akan Jadi Alat `Abuse of Power` Aparat

Ia juga memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III tahun ini berada di kisaran nol persen hingga minus 2 persen.

Apabila perekonomian RI kembali masuk di zona negatif, maka Indonesia mengalami resesi ekonomi secara teknis lantaran pertumbuhan ekonomi negatif dalam dua kuartal berturut-turut.

Baca juga :
Ini Enam Kisah Mistis Gunung Gede Jawa Barat

Pada kuartal II 2020 lalu, ekonomi Tanah Air mengalami kontraksi cukup dalam, yakni sebesar  minus 5,32 persen.

"Ini artinya, kita masih kemungkinan, meski belanja pemerintah diakselerasi mungkin konsumsi dan investasi belum masuk zona positif karena aktivitas masyarakat sama sekali belum normal," katanya.

 

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Sri Mulyani Resesi Ekonomi