Ratusan SLTA di Garut Siap Belajar Tatap Muka

Tim Cek Fakta | Senin, 10/08/2020 20:21 WIB


Hari ini tim dari pengawas dan tenaga kesehatan mulai melakukan verifikasi ke sekolah-sekolah. SMKN 1 Garut, Jawa Barat. Foto: koropaksmart

Katakini.com - Sedikitnya 117 SMA/SMK negeri maupun swasta di Kabupaten Garut, Jawa Barat, siap melaksanakan kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Hari ini tim dari pengawas dan tenaga kesehatan mulai melakukan verifikasi ke sekolah-sekolah," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah XI Garut, Asep Sudarsono di Garut, Senin (10/8/2020).

Ia menyebutkan jumlah sekolah swasta dan negeri di Garut untuk SMA sebanyak 127 sekolah, dan SMK sebanyak 181 sekolah, sedangkan yang mengajukan siap melaksanakan belajar tatap muka untuk SMA sebanyak 32 sekolah, dan SMK 85 sekolah.

Namun jumlah sekolah yang mengajukan itu, kata dia, baru sementara, karena sewaktu-waktu bisa berubah bersamaan dengan sudah siapnya sekolah menyediakan fasilitas sesuai protokol kesehatan.

Baca juga :
Anggota Baleg DPR Soroti Potensi Tumpang Tindih Kewenangan Audit Kerugian Negara

"Jumlah itu terus bertambah karena masih banyak yang mengajukan," katanya.

Baca juga :
Habiburokhman Apresiasi BEM-IKM FH UI Respons Cepat Kasus Pelecehan

Ia menyampaikan sekolah yang mengajukan siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka belum tentu dapat disetujui oleh tim verifikasi di lapangan.

"Walau mereka menyatakan siap, belum tentu disetujui, tergantung dari gugus tugas hasilnya," katanya.

Baca juga :
Ini Berbagai Nasihat dari Rasulullah SAW untuk Para Wanita Muslim

Ia menambahkan pemerintah akan membuka belajar secara tatap muka pada 18 Agustus 2020. Rencana tersebut sudah disosialisasikan berikut syarat yang harus dipenuhi oleh sekolah di Garut.

Persyaratan yang harus dipatuhi, kata dia, di antaranya menyediakan tempat cuci tangan, mengatur jarak siswa, memiliki pengukur suhu tubuh dan wajib pakai masker yang berlaku bagi semua orang di lingkungan sekolah.

"Aturan itu harus diterapkan karena kami tak ingin sekolah malah jadi klaster baru penularan COVID-19, makanya harus mengikuti protokol kesehatan," katanya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
SLTA sekolah tatap muka