Abaikan Sanksi AS, Iran "Ngotot" Kembangkan Industri Minyak

| Minggu, 12/07/2020 06:33 WIB


Iran bertekad untuk mengembangkan industri minyaknya meskipun AS masih memberikan sanks bagi negara tersebut. Ilustrasi Pengeboran Minyak

Katakini.com - Iran bertekad untuk mengembangkan industri minyaknya meskipun AS masih memberikan sanksa bagi negara tersebut. Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Sabtu (11/7).

"Kami tidak akan menyerah dalam keadaan apa pun ... Kami harus meningkatkan kapasitas kami sehingga bila perlu dengan kekuatan penuh kami dapat memasuki pasar dan menghidupkan kembali pangsa pasar kami," kata Zanganeh, seperti dilansir dari Reuters.

Menteri itu berbicara sebelum penandatanganan kontrak senilai $294 juta (sekitar Rp 4.12 triliun) antara Perusahaan Minyak Nasional Iran dan Persia Oil & Gas, sebuah perusahaan Iran untuk mengembangkan lapangan minyak Yaran.

Perjanjian tersebut bertujuan untuk memproduksi 39,5 juta barel minyak dari lapangan Yaran di Provinsi Khuzestan di Iran barat daya, kata kantor berita Kementerian Minyak Iran SHANA.

Baca juga :
AS Sita Aset Kripto Iran Senilai 1 Miliar Dolar AS

Terpukul oleh sanksi yang diberlakukan kembali AS sejak Washington keluar dari kesepakatan nuklir Iran tahun 2015 di tahun 2018, ekspor minyak Iran diperkirakan mencapai 100.000 hingga 200.000 barel per hari.

Baca juga :
Sambut HUT Jakarta ke-499, Masuk Ancol Gratis Sore-Malam Mulai 8 Juni 2026

Angka tersebut turun dari lebih dari 2,5 juta barel per hari dibandingkan posisi April 2018. Produksi minyak mentah Iran juga telah berkurang menjadi sekitar 2 juta barel per hari. (ah/VoA)

Baca juga :
Makan Kentang Setiap Hari, Bolehkah? Ini Penjelasannya
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Industri Minyak Perdagangan Global Negara Iran