Masyarakat Bisa Gunakan Eucalyptus sebagai Antivirus Covid-19

Budi Wiryawan | Minggu, 10/05/2020 01:05 WIB


Kementan rilis Anti Virus Corona berbasis Eucalyptus (Humas Kementan)

Katakini.com - Inovasi antivirus berbasis eucalyptus yang diluncurkan Kementerian Pertanian (Kementan) menjadi angin segar di tengah pandemi COVID-19 yang masih merebak, khususnya di Indonesia.

Pasalnya, eucalyptus merupakan sejenis pohon yang daun dan minyaknya dapat digunakan bagi penderita kondisi kesehatan tertentu. Masyarakat pun akan dengan mudah mendapatkan dan memanfaatkan eucalyptus karena saat ini terdapat 700 jenis eucalyptus yang tersebar di seluruh dunia.

Kepala Biro Humas dan informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menjelaskan, inovasi yang diluncurkan ini, sebagai informasi penting bagi masyarakat bahwa ada bahan aktif di sekitar yang dapat dimanfaatkan menangkal dan mencegah virus.

"Hasil penelitian ini memberi harapan banyaknya pilihan bagi masyarakat sebagai antivirus," ujar Kuntoro.

Baca juga :
Bernardo Silva Resmi Tinggalkan Manchester City Akhir Musim Ini

Kuntoro menambahkan, Kementan tidak dapat memproduksi massal, mengingat peran Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang) sebagai lembaga penelitian saja. Karena itu, eucalyptus terbuka diperbanyak secara ekonomis oleh pihak ketiga.

Baca juga :
David Alonso Gabung ke Honda HRC Castrol di MotoGP 2027

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, menjelaskan hasil pengujian eucalyptus terhadap virus influenza, virus Beta dan gamma corona, menunjukkan kemampuan membunuh virus sebesar 80-100%.

Kepala Balai Besar penelitian Veteriner, Indi Dharmayanti mengatakan, eucalyptus mampu bekerja melegakan saluran pernapasan, kemudian menghilangkan lendir, pengusir serangga, disinfektan luka, penghilang nyeri, mengurangi mual dan mencegah penyakit mulut.

Baca juga :
Laga Manchester City vs Arsenal Panaskan Pekan ke-33 Liga Inggris

Dalam berbagai studi dikatakan bahwa cukup 5-15 menit diinhalasi akan efektif bekerja sampai ke alveolus. Artinya dengan konsentrasi 1% saja sudah cukup membunuh virus 80-100%.

Bahan aktif utamanya, terdapat pada cineol-1,8 yang memiliki manfaat sebagai antimikroba dan antivirus melalui mekanisme M pro. M pro adalah main protease (3CLPro) dari virus corona yang menjadi target potensial dalam penghambatan replikasi virus corona.

Menurut Indi, penelitian menunjukkan bahwa Eucalyptol ini berpotensi mengikat protein Mpro sehingga menghambat replikasi virus.

Manfaat tersebut dapat terjadi karena 1,8 cineol dari eucalyptus disebut eucalyptol dapat berinteraksi dengan transient receptor potential ion chanel yang terletak di saluran pernapasan.

"Oleh karena itu, inovasi yang dibuat oleh Balitbangtan sangat membanggakan. Sehingga menjadi harapan baru bagi masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan eucalyptus dalam mencegah virus," katanya.

Indi juga menambahkan, kandungan zat aktif eucalyptus juga dapat diperoleh dari minyak kayu putih, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu penemuan ini diproduksi massal.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Covid 19 Antivirus Eucalyptus