
Salah satu alkes buatan dalam negeri, yakni Ventilator Resusitator Manual produksi PT Pindad. (VRM) (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Katakini.com - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Maman Abdurrahman menyebut pejabat di Kementerian Kesehatan seperti orang "Sakau" yang menambah penderitaan bangsa dengan menghalani lembaga lain yang membantu penanganan wabah Covid-19.
Dia juga menuding ada mafia alat kesehatan (alkes) karena Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memprioritaskan hasil impor di tengah pandemi Virus Corona. Padahal, Kementerian Riset dan Teknologi menyatakan siap menyediakan semua jenis alat kesehatan.
"Saya dari Fraksi Golkar dari Komisi VII melihat dan membaca ada indikasi permainan mafia kesehatan di Kemenkes," ujarnya dalam Rapat Kerja Gabungan yang disiarkan situs dpr go.id, Selasa (5/5).
Katanya lagi, "yang seakan-akan membuat, membangun sebuah sistem yang sistem tersebut menolak produk-produk yang ada dalam negeri kita, di mana mendorong dan memprioritaskan produk-produk impor yang masuk."
Rapat yang dihadiri Menristek Bambang Brodjonegoro itu, menyatakan siap memproduksi berbagai alat kesehatan, mulai dari APD, ventilator, obat, vitamin, serum anti-Corona, hingga vaksin Virus Corona.
"Coba Anda yang ada di Kemenkes sadar apa yang sedang Anda lakukan. Jangan sampai hari ini Covid-19 sudah lewat, Anda baru ujug-ujug keluarkan izinnya. Di mana nalar kita hari ini?" ujar Maman.
Maman menyarankan untuk menyoroti mafia kesehatan. "Rapat gabungan ini kita dorong apakah panja gabungan atau pansus untuk khusus menyoroti mafia kesehatan," ujarnya.
Selasa, 14/04/2026
Jum'at, 10/04/2026