Hizbullah: Kesepakatan Abad Ini Upaya Trump Hancurkan Perjuangan Palestina

Budi Wiryawan | Senin, 17/02/2020 12:42 WIB


Nasrallah menggambarkan pemerintahan Trump sebagai yang paling sombong, tidak adil dan korup dalam sejarah AS. Sekretaris jendral gerakan perlawanan Libanon Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah, menyampaikan siaran pidato dari ibukota Lebanon, Beirut, pada 25 Mei 2019.

Beirut, Katakini.com - Kesepakatan Abad Ini Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tentang konflik Israel-Palestina yang sudah berlangsung beberapa dekade dimaksudkan untuk menghancurkan perjuangan Palestina.

Demikian kata Sekretaris Jenderal Gerakan Perlawanan Lebanon, Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah dalam pidato yang disiarkan langsung dari ibu kota Lebanon, Beirut, ketik berbicara kepada para pendukungnya pada Minggu (16/2) sore.

"Itu bukan kesepakatan. Ini adalah proposal Trump untuk memberantas perjuangan Palestina. Tak satu pun dari faksi Palestina akan menyetujui rencana itu. Ini adalah dasar untuk menggagalkan skema AS," kata Nasrallah. 

Nasrallah memuji penolakan negara Lebanon terhadap rencana perdamaian Timur Tengah racikan Trump tersebut. Menurutnya, kesepakatan tersebut sangat bahaya bagi Beirut.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Nasrallah mengatakan elemen yang paling berbahaya dari perjanjian itu adalah naturalisasi pengungsi Palestina di negara-negara Arab seperti Lebanon, mendesak agar rencana itu hanya melayani kepentingan Trump dan memajukan rencananya demi rezim Israel.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

"Pemerintahan Trump baru-baru ini melakukan dua kejahatan: Pertama, pembunuhan Letnan Jenderal Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), Abu Mahdi al-Muhandis, komandan Unit Mobilisasi Populer (PMU) dan rekan-rekannya di Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari. Kedua, pengumuman kesepakatan abad ini,"  katanya.

Nasrallah menggambarkan pemerintahan Trump sebagai yang paling sombong, tidak adil dan korup dalam sejarah AS, menekankan bahwa kejahatan Washington telah mengantar pada awal konfrontasi langsung dengan pasukan perlawanan di Asia Barat.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

"Orang Arab dan Muslim perlu membentuk front perlawanan yang bersatu untuk menghadapi Setan Besar (sebuah julukan untuk Amerika Serikat)," kata Nasrallah.

Di bagian lain dalam sambutannya, Nasrallah meminta rakyat Lebanon untuk memboikot produk-produk yang dibuat di AS ketika Washington berusaha menggunakan pengaruh ekonomi untuk membuat negara Arab menyerah pada tuntutannya.

Ia juga mendesak negara-negara Arab dan Muslim untuk berhenti mematok mata uang mereka terhadap dolar AS, dan bergerak menuju devaluasi mata uang Washington.

Nasrallah juga mendesak semua warga Irak memberikan tanggapan yang sesuai atas pembunuhan jenderal anti-terorisme tinggi Iran, Jenderal Soleimani, dan Muhandis dengan mengusir pasukan AS dari Irak, dan membantu Baghdad memainkan peran yang lebih aktif di kawasan itu.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Donald Trump Gerakan Perlawanan Lebanon Sayyed Hassan Nasrallah