AS Halangi Perang Penyelundupan Obat Terlarang

Syafira | Selasa, 15/10/2019 09:48 WIB


Amerika Serikat menutup mata terhadap produksi dan ekspor obat-obatan terlarang di Afghanistan. Ilustrasi obat.

Wina - Sekretaris Jenderal Markas Besar Pengawasan Narkoba Iran, Eskandar Mo`meni, mengatakan sanksi Amerika Serikat (AS) secara serius menghambat kampanye global melawan narkoba.

Pernyataan Mo`meni itu disampaikan pada pertemuan dengan para pejabat dari Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Narkoba dan Kejahatan, UNODC di Wina.

Mo`meni juga memperingatkan terkait adanya peningkatan yang mengkhawatirkan dalam tingkat produksi obat-obatan industri terlarang di negara tetangga Afghanistan.

Iran dan UNODC menandatangani dokumen untuk memfasilitasi pendirian pusat perawatan dan rehabilitasi regional di Teheran.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Menurut angka resmi, pada 2018 Iran menyita lebih dari 800 ton obat-obatan terlarang.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Mo`meni mengatakan, Teheran mempertahankan perang global melawan narkoba tidak boleh dipolitisasi. Ia menyalahkan AS karena menutup mata terhadap produksi dan ekspor obat-obatan terlarang di Afghanistan.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Perang Narkoba Eskandar Mo`meni Amerika Serikat