Jepang Buang Limbah Radioaktif ke Samudera Pasifik Jadi Polemik

Rizki Ramadhani | Rabu, 11/09/2019 09:04 WIB


Tokyo Electric Power Jepang harus membuang air radioaktif dari PLTN Fukushima yang hancur ke Samudra Pasifik ketika kehabisan ruang untuk menyimpannya. Wilayah penyimpanan air radioaktif PLTN Fukushima

Jakarta - Menteri Lingkungan Jepang, Yoshiaki Harada mengatakan bahwa Tokyo Electric Power Jepang harus membuang air radioaktif dari PLTN Fukushima yang hancur ke Samudra Pasifik ketika kehabisan ruang untuk menyimpannya.

Tokyo Electric, atau Tepco, telah mengumpulkan lebih dari 1 juta ton air yang terkontaminasi dari pipa pendingin yang digunakan untuk menjaga agar inti bahan bakar tidak meleleh sejak pabrik itu lumpuh akibat gempa bumi dan tsunami pada tahun 2011 silam.

"Satu-satunya pilihan adalah mengalirkannya ke laut dan mencairkannya," kata menteri itu, Yoshiaki Harada, dalam jumpa pers di Tokyo dikutip Theage, Rabu (11/09).

"Seluruh pemerintah akan membahas ini, tetapi saya ingin menawarkan pendapat sederhana saya," tambahnya.

Baca juga :
Trump Klaim Perundingan Damai dengan Iran Masuki Tahap Akhir

Pemerintah sedang menunggu laporan dari panel ahli sebelum membuat keputusan akhir tentang cara membuang air radioaktif.

Baca juga :
Panduan Tahapan Ibadah Haji dari Awal hingga Akhir

Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga, dalam jumpa pers terpisah, menggambarkan komentar Harada sebagai "pendapat pribadinya".

Tepco tidak dalam posisi untuk memutuskan apa yang harus dilakukan tetapi akan mengikuti kebijakan begitu pemerintah membuat keputusan, kata juru bicara perusahaan utilitas.

Baca juga :
Ketua Komisi XII DPR Dukung Komitmen Prabowo Perkuat Hilirisasi

Utilitas itu mengatakan akan kehabisan ruang untuk menyimpan air pada tahun 2022. Harada tidak mengatakan berapa banyak air yang perlu dibuang ke laut.

Setiap lampu hijau dari pemerintah untuk membuang limbah ke laut akan membuat marah tetangga seperti Korea Selatan, yang memanggil seorang pejabat senior kedutaan Jepang bulan lalu untuk menjelaskan bagaimana air Fukushima akan ditangani.

"Kami hanya berharap untuk mendengar lebih detail dari diskusi yang sedang berlangsung di Tokyo sehingga tidak akan ada pengumuman yang mengejutkan," kata seorang diplomat Korea Selatan kepada Reuters.

Kementerian luar negeri Korea Selatan mengatakan dalam sebuah pernyataan mengatakan pihaknya telah meminta Jepang untuk mengambil keputusan yang bijaksana dan bijaksana tentang masalah ini.

Pembangkit nuklir pantai umumnya membuang ke air lautan yang mengandung tritium, isotop hidrogen yang sulit untuk dipisahkan dan dianggap relatif tidak berbahaya.

Tepco, yang juga menghadapi tentangan dari para nelayan, mengakui tahun lalu bahwa air di bak-baknya masih mengandung kontaminan di samping tritium.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Limbah Radioaktif Samudera Hindia Jepang

Terpopuler

Senin, 18/05/2026
Call center Kopra by Mandiri (bisnis)

Berita Call center Kopra by Mandiri (bisnis)

Selasa, 19/05/2026
Nomor Call Center Kopra by Mandiri (+62) 82-1700-7004

Nomor Call Center Kopra by Mandiri (+62) 82-1700-7004