Kemenkeu Palestina: Rencana Kebangkitan Ekonomi Trump hanya Ilusi

Firman Hakim | Senin, 24/06/2019 07:55 WIB


Rancangan ekonomi yang diinisiasi Amerika Serikat (AS) untuk perdamian Palestina-Israel hanyalah ilusi dan tidak akan pernah terwujud. Menteri Keuangan Palestina, Shukri Bishara. (Foto: AFP)

Yerusalem, Etoday.com - Menteri Keuangan Palestina, Shukri Bishara, mengatakan, rancangan ekonomi yang diinisiasi Amerika Serikat (AS) untuk perdamian Palestina-Israel hanyalah ilusi dan tidak akan pernah terwujud.

Bishara mengecam konferensi Bahrain pada 25-26 Juni Bahrain, yang digadang-gadang akan menjadi panggung untuk mengumumkan proposal rencana perdamaian Israel - Palestina yang telah lama ditunggu-tunggu, atau yang populer dikenal sebagai Kesepakatan Abad Ini.

"Kami tidak membutuhkan pertemuan Bahrain untuk membangun negara kami, kami membutuhkan perdamaian, dan urutan (rencana) - kebangkitan ekonomi yang diikuti oleh perdamaian adalah tidak realistis dan ilusi," kata Bushara pada pertemuan Liga Arab di ibu kota Mesir Kairo, Minggu (23/6).

Sebelumnya, Gedung Putih mengumumkan paket sebesar USD50 miliar yang dirancang untuk meningkatkan ekonomi Palestina. Paket ekonomi tersebut akan diberikan bila perjanjian perdamaian Israel-Palestina berjalan sesuai rencana AS.

Baca juga :
Indonesia dan Inggris Luncurkan Dokumen Panduan Dekarbonisasi Sektor Maritim

Di bawah dokumen yang berjuluk, "Damai untuk Kemakmuran," lebih dari setengah dana itu (USD28 miliar) akan digunakan untuk Tepi Barat dan Jalur Gaza dan sisanya ke Yordania, Libanon dan Mesir, yang telah menyerap para pengungsi Palestina.

Baca juga :
Bisa Jadi Pelajaran Pejabat, Ini Kisah Firaun Saat Kekuasaan Justru Menghancurkan

Secara terpisah, Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri, menekankan tidak akan terpikat inisiatif AS untuk menginvestasikan miliaran di negara itu dengan imbalan penyelesaian pengungsi Palestina.

"Mereka yang berpikir bahwa melambaikan miliaran dolar dapat memikat Lebanon, yang berada di bawah tekanan krisis ekonomi yang mencekik, untuk menyerah atau barter dengan prinsip-prinsipnya adalah keliru," tegas Berri.

Baca juga :
FGD BP MPR Soroti Penguatan Kedaulatan Rakyat dalam Demokrasi Pancasila

"Di garis depan prinsip-prinsip Lebanon adalah penolakan penyelesaian pengungsi Palestina yang harus memiliki hak untuk kembali ke tanah air mereka," tambahnya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kesepakatan Abad Ini Timur Tengah Israel Donald Trump