Waka MPR: Transisi Menuju EBT Harus Dinikmati Industri dan Tenaga Kerja Indonesia

Agus Mughni Muttaqin | Kamis, 13/08/2026 12:21 WIB


Eddy menegaskan transisi energi adalah keseluruhan dari upaya menyelamatkan lingkungan, strategi pertumbuhan ekonomi sekaligus industrialisasi Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno (Foto: Humas MPR)

JAKARTA - Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno mendengarkan berbagai masukan dari KADIN Jawa Tengah dan pelaku industri terkait pengembangan industri hijau dalam audiensi bertajuk Central Java Green Industry Initiative di Semarang, Rabu (12/8/2026).

Eddy menegaskan transisi energi adalah keseluruhan dari upaya menyelamatkan lingkungan, strategi pertumbuhan ekonomi sekaligus industrialisasi. Menurutnya, pengembangan energi terbarukan harus memberikan manfaat nyata bagi industri nasional dan tenaga kerja Indonesia.

“Transisi energi jangan hanya membuat kita menjadi pasar teknologi hijau dari luar negeri. Kita harus memastikan industri dalam negeri ikut tumbuh, tenaga kerja Indonesia mendapatkan pekerjaan berkualitas, dan nilai tambahnya tinggal di Indonesia,” ujar Eddy.

Eddy mengatakan Jawa Tengah memiliki modal kuat untuk menjadi lokomotif industri hijau. Selain memiliki momentum investasi yang terus meningkat, Jawa Tengah memiliki potensi EBT lebih dari 200 GW serta kawasan industri dan konektivitas yang semakin berkembang.

Baca juga :
HUT Mahkamah Konstitusi Setiap 13 Agustus, Ini Sejarahnya

Momentum investasi Jawa Tengah juga terus menguat. Realisasi investasi Jawa Tengah pada 2025 mencapai sekitar Rp110 triliun dengan 105.078 proyek dan menyerap 418.138 tenaga kerja.

Baca juga :
Libur Kemerdekaan RI, KCIC Jalankan Hingga 62 Whoosh Tiap Hari

Provinsi ini juga telah memiliki tujuh kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus, dengan 12 kawasan lainnya dalam tahap persiapan.

“Jadi kita punya modal yang lengkap. Ada investasinya, ada kawasan industrinya, ada tenaga kerjanya, ada konektivitasnya, dan ada potensi energi terbarukannya," kata Eddy.

Baca juga :
Bahaya Bisikan Kebencian dalam Diri Wanita Menurut Islam

"Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana semua potensi ini kita satukan menjadi ekosistem industri hijau yang benar-benar kompetitif?” kata Eddy lagi.

Namun, Eddy menilai peluang tersebut masih menghadapi persoalan struktural dalam ekosistem investasi. Investor membutuhkan kepastian hukum, konsistensi kebijakan, proses perizinan yang lebih cepat dan sederhana, serta insentif yang mampu menutup green cost premium.

“Kalau kita ingin investasi hijau masuk dalam skala besar, maka Investor membutuhkan regulasi yang konsisten, perizinan yang cepat, akses energi yang andal dan kompetitif, serta insentif yang tepat sasaran,” tegasnya.

Eddy menambahkan, masukan dari KADIN dan pelaku industri akan menjadi bahan penting untuk mendorong kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan dunia usaha.

Menurut Eddy, transisi energi harus diikuti dengan penguatan industri dalam negeri, pengembangan rantai pasok domestik, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta penciptaan lapangan kerja baru.

“Transisi energi harus menghasilkan tiga hal sekaligus: emisi turun, industri tumbuh, dan lapangan kerja berkualitas tercipta. Kalau itu kita capai, maka transisi energi bukan beban, tetapi mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia,” pungkas Eddy.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Info MPR Eddy Soeparno Transisi Menuju EBT Industri Tenaga Kerja Indonesia