
Sebagian siswa dari pedalaman Papua turun di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Foto: pelni/katakini
JAKARTA – Sedikitnya 105 siswa dari sejumlah wilayah pedalaman Papua menuju Jakarta turun di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menggunakan KM Ciremai yang dioperasikan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), Selasa (11/8/2026).
Mereka menempuh perjalanan laut selama tujuh hari dari Jayapura untuk melanjutkan pendidikan di SMP dan SMA Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria, Tangerang, Banten.
Di antara mereka terdapat siswa dari suku Korowai, yang berasal dari wilayah dengan karakteristik kehidupan masyarakat yang masih sangat dekat dengan kawasan hutan dan rumah tradisional yang dibangun di atas pohon.
Saat menyambut kedatangan ratusan siswa tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Ribka Haluk menyampaikan bahwa akses pendidikan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda Papua untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Kontribusi transportasi laut ini sangat penting bagi masyarakat di seluruh Nusantara, khususnya di Papua. Kalau tidak ada kapal Pelni, tentu masyarakat akan mengalami kesulitan dalam melakukan mobilitas maupun distribusi kebutuhan," ujar Ribka.
Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT Pelni Hana Suhardi mengatakan bahwa pihaknya selalu siap untuk dapat berkontribusi dalam perjalanan pendidikan anak-anak Papua.
“Ini merupakan salah satu peran Pelni sebagai sarana transportasi yang menghubungkan seluruh wilayah Indonesia dan mendukung terwujudnya konektivitas transportasi nasional,” ujar Hana.
Pelni telah mengangkut siswa-siswa dari Papua menuju Jakarta sejak 2023. Pada 2023, sebanyak 152 siswa melakukan perjalanan menggunakan KM Ciremai. Kemudian pada 2024 mengangkut 162 siswa menggunakan KM Dobonsolo.
Jum'at, 14/08/2026