
Kalender bulan Agustus 2026 (Foto: Kemenag RI)
JAKARTA - Setiap kali memasuki bulan kedelapan dalam penanggalan masehi, masyarakat di berbagai belahan dunia mengenal rentang waktu 31 hari tersebut dengan nama Agustus.
Nama bulan ini tidak muncul secara kebetulan atau tanpa landasan historis, melainkan memiliki akar sejarah yang sangat kuat dari era Kekaisaran Romawi Kuno.
Penamaan tersebut berjalin berkelanjutan dengan dinamika politik, penghormatan terhadap tokoh kekuasaan, serta evolusi kalender yang digunakan oleh peradaban manusia selama ribuan tahun.
Dikutip dari berbagai sumber, pada struktur kalender Romawi paling awal yang dikaitkan dengan Romulus sekitar abad ke-8 Sebelum Masehi, sistem penanggalan hanya terdiri dari sepuluh bulan dan dimulai pada bulan Maret.
Dalam sistem lama tersebut, bulan kedelapan dinamai Sextilis, yang secara harfiah berasal dari bahasa Latin sextus dengan arti keenam. Penetapan nama tersebut mencerminkan urutan posisinya dalam kalender kuno.
Kedudukan Sextilis kemudian bergeser menjadi bulan kedelapan setelah Raja Numa Pompilius melakukan reformasi kalender dengan menambahkan bulan Januarius dan Februarius di awal tahun.
Perubahan nama dari Sextilis menjadi Agustus baru terjadi secara resmi pada tahun 8 Sebelum Masehi di bawah pimpinan Senat Romawi. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan dan pengabadian nama bagi Kaisar Romawi pertama, Augustus Caesar, yang lahir dengan nama asli Gaius Octavius.
Keputusan tersebut mengikuti jejak penghormatan sebelumnya yang diberikan kepada ayah angkatnya, Julius Caesar, yang namanya telah diabadikan menjadi bulan Julius atau Juli untuk menggantikan nama bulan Quintilis.
Penetapan bulan kedelapan sebagai pendedikasian bagi Augustus Caesar memiliki alasan politis dan militer yang sangat spesifik. Senat Romawi sebenarnya menawarkan Augustus untuk memilih bulan kelahirannya, yaitu September.
Namun, sang kaisar secara khusus memilih bulan Sextilis karena pada bulan itulah ia meraih berbagai kemenangan militer paling menentukan dalam hidupnya.
Kemenangan tersebut mencakup penaklukan penentu atas Aleksandria, jatuhnya kekuasaan Cleopatra dan Mark Antony, serta berakhirnya perang saudara yang secara resmi mengonsolidasikan kekuasaannya dan mengawali era kedamaian Romawi yang dikenal sebagai Pax Romana.
Terdapat pula catatan sejarah mengenai jumlah hari dalam bulan Agustus. Dalam Kalender Julian yang dirancang oleh Julius Caesar pada tahun 45 Sebelum Masehi, bulan Sextilis sebenarnya sudah memiliki 31 hari.
Mitos populer yang berkembang di kemudian hari sering menyatakan bahwa Augustus mencuri satu hari dari bulan Februari agar bulan miliknya memiliki jumlah hari yang sama dengan bulan Juli.
Namun, para sejarawan dan ahli kronologi modern menegaskan berdasarkan bukti dokumen kalender kuno bahwa Sextilis telah berumur 31 hari sejak reformasi Julian, sehingga tidak ada pengurangan hari dari bulan Februari untuk dialihkan ke bulan Agustus.
Proses transmisi nama ini kemudian menyebar luas ke berbagai beluruh wilayah kekuasaan Romawi dan diserap oleh berbagai bahasa di dunia, termasuk bahasa-bahasa Eropa seperti Inggris (August) dan Belanda (Augustus).
Melalui interaksi sejarah dan serapan bahasa, masyarakat Indonesia mengenal dan membakukan penulisan bulan kedelapan tersebut menjadi Agustus hingga saat ini.