FOMO dan Tren Masa Kini Menurut Pandangan Islam

Anggoro Aristo Priambodo | Kamis, 09/07/2026 04:04 WIB


Cara mengatasi cemas ketinggalan tren melalui perspektif ajaran Islam. Ilustrasi keluarga bermain sosial media

Katakini.com - Fenomena Fear of Missing Out atau FOMO kini tengah menjangkiti generasi muda akibat masifnya paparan gaya hidup di media sosial.

Rasa takut tertinggal dari tren, informasi, maupun pencapaian orang lain sering kali membuat hati menjadi gelisah dan tidak tenang.

Dalam perspektif Islam, kecemasan berlebih terhadap hal-hal duniawi ini sejatinya berakar dari kurangnya rasa syukur dan sifat qanaah.

Umat Muslim diajarkan untuk tidak mengejar setiap kesenangan dunia yang semu hanya demi mendapatkan pengakuan dari sesama manusia.

Baca juga :
Menjaga Pandangan di Era Konten Digital

Allah SWT telah mengingatkan kita dalam Al-Qur`an agar tidak terbuai oleh gemerlap kehidupan duniawi yang bersifat sementara.

Baca juga :
Menjaga Lisan dan Jemari Anda Menurut Islam

"Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (QS. Ali `Imran: 185).

Ayat suci tersebut menegaskan bahwa terlalu sibuk mengejar tren duniawi dapat melalaikan manusia dari tujuan hakiki penciptaan mereka.

Baca juga :
Banyak Orang Mudah Menghakimi Orang Lain, Ini Alasannya

Sifat FOMO yang tidak terkendali sering kali menjerumuskan seseorang pada perilaku konsumtif dan sikap pamer yang dilarang agama.

Rasulullah SAW telah memberikan resep spiritual yang sangat mujarab agar kita terhindar dari penyakit mental dan hati ini.

"Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan janganlah melihat kepada orang yang berada di atasmu, karena hal itu lebih patut agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah atas kalian." (HR. Muslim).

Hadist sahih tersebut mendidik kita untuk selalu melihat ke bawah dalam urusan dunia agar senantiasa merasa berkecukupan.

Ketika kita sibuk membandingkan diri dengan standar hidup orang lain di media sosial, kita akan kesulitan meraih kebahagiaan sejati.

Islam menawarkan solusi berupa konsep qanaah, yaitu merasa cukup dan ridha atas segala ketetapan serta rezeki yang Allah berikan.

Alih-alih FOMO terhadap tren duniawi, seorang Muslim seharusnya memiliki sifat Fastabiqul Khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan.

Fokuslah pada pengembangan diri dan investasi akhirat daripada membuang energi demi mengikuti gengsi kelompok tertentu.

Mari kita tata kembali prioritas hidup dengan mengedepankan ridha Allah SWT di atas segala tren yang datang dan pergi.

Semoga Allah SWT menjauhkan hati kita dari penyakit FOMO dan menganugerahkan ketenangan jiwa melalui rasa syukur yang tulus.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
mengatasi fomo hukum mengikuti tren gaya hidup