Ujaran Kebencian di Medsos Menurut Islam

Anggoro Aristo Priambodo | Kamis, 09/07/2026 01:01 WIB


Dampak buruk ujaran kebencian terhadap ukhuwah dan ancaman siksanya. Ilustrasi khawatir bermain sosmed

Katakini.com - Media sosial hari ini kerap kali dipenuhi oleh caci maki dan ujaran kebencian yang merusak tatanan persaudaraan umat.

Banyak orang dengan mudah melontarkan kata-kata kasar dan provokatif tanpa memikirkan dampak buruk yang akan ditimbulkannya.

Islam sebagai agama kedamaian sangat melarang keras segala bentuk ucapan yang mengandung kebencian, celaan, dan penghinaan.

Allah SWT telah memberikan batasan yang tegas dalam Al-Qur`an agar kita tidak saling merendahkan satu sama lain.

Baca juga :
Menjaga Pandangan di Era Konten Digital

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)." (QS. Al-Hujurat: 11).

Baca juga :
FOMO dan Tren Masa Kini Menurut Pandangan Islam

Firman Allah tersebut menjadi peringatan keras bahwa merendahkan orang lain adalah perbuatan yang sangat dicela dalam agama.

Ujaran kebencian tidak hanya menyakiti hati sesama manusia, tetapi juga mencerminkan buruknya akhlak dan tipisnya keimanan seseorang.

Baca juga :
Menjaga Lisan dan Jemari Anda Menurut Islam

Rasulullah SAW juga telah menegaskan karakter sejati seorang Muslim melalui lisan dan tangannya yang menjaga kedamaian.

"Seorang Muslim adalah orang yang lidah dan tangannya tidak menyakiti Muslim lain." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadist sahih ini menjadi tolok ukur utama bahwa kesalehan seseorang harus tercermin dalam tutur katanya sehari-hari.

Seseorang yang gemar menebar kebencian di media sosial sejatinya sedang mengikis pahala amalnya sendiri secara perlahan.

Setiap ketikan yang berisi makian akan dicatat sebagai dosa yang harus dipertanggungjawabkan di akhirat kelak tanpa terlewat.

Dampak dari ujaran kebencian di dunia digital sangat masif karena dapat memicu konflik horizontal dan perpecahan yang berkepanjangan.

Oleh karena itu, menjaga lisan dan jemari dari kata-kata yang provokatif adalah kewajiban mutlak bagi setiap mukmin.

Mari kita hiasi ruang komunikasi digital dengan kalimat yang santun, menyejukkan, dan sarat akan nilai-nilai kebaikan.

Semoga Allah SWT menjauhkan hati dan lisan kita dari penyakit kebencian yang dapat merusak persatuan umat manusia.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
ujaran kebencian hukum mencela dosa media sosial