Bijak Menyebarkan Informasi Sosial Media

Anggoro Aristo Priambodo | Rabu, 08/07/2026 23:05 WIB


Pentingnya verifikasi informasi dalam Islam demi menjaga kedamaian umat. Ilustrasi bermain sosial media

Katakini.com - Arus informasi di era digital mengalir begitu cepat hingga sering kali mengaburkan batasan antara fakta dan dusta.

Sebagai umat Muslim, kita dituntut untuk tidak menelan mentah-mentah setiap kabar yang berseliweran di lini masa media sosial.

Islam telah memberikan panduan yang sangat jelas dan elegan dalam menyikapi sebuah berita, yaitu melalui konsep tabayyun atau verifikasi.

Allah SWT secara tegas memerintahkan hamba-Nya untuk memeriksa kebenaran sebuah informasi demi mencegah penyesalan di kemudian hari.

Baca juga :
AI berdampak Hampir 80 juta Pekerja di ASEAN

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan, yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu." (QS. Al-Hujurat: 6).

Baca juga :
Dosanya Samakah Ghibah di WhatsApp dan Medsos?

Ayat suci Al-Qur`an tersebut menjadi fondasi utama etika jurnalistik dan komunikasi bagi setiap individu yang beriman.

Menyebarkan berita tanpa kejelasan sumber bukan hanya sekadar kelalaian, melainkan sebuah kecerobohan yang berpotensi memecah belah umat.

Baca juga :
Bertambah Harta Dengan Berbagi

Rasulullah SAW juga telah memberikan peringatan keras mengenai bahaya berbicara atau membagikan sesuatu tanpa dasar validasi.

"Cukuplah seseorang dikatakan berdusta apabila dia menceritakan setiap apa yang didengarnya." (HR. Muslim).

Hadist sahih tersebut mengingatkan kita bahwa sekadar menjadi penyambung lidah dari berita yang belum jelas sudah dikategorikan sebagai kedustaan.

Satu klik tombol `bagikan` atau `share` pada informasi bohong dapat melahirkan fitnah yang dosanya mengalir tanpa henti.

Jejak digital dari hoaks yang kita sebar akan tetap ada dan terus dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT kelak.

Oleh karena itu, menahan diri dari membagikan berita yang meragukan adalah bentuk nyata dari kualitas keimanan seseorang.

Sebelum menekan tombol kirim, bertanyalah pada diri sendiri apakah informasi tersebut membawa maslahat atau justru mudarat.

Mari jadikan ruang digital kita sebagai sarana penyebar kedamaian dengan selalu mengedepankan prinsip tabayyun.

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga lisan dan jemari kita dari bahaya fitnah serta berita bohong yang menyesatkan.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
tabayyun informasi bijak bersosial media menyebarkan berita