Tim Arkelolog Temukan Ukiran Batu Berusia 23.000 Tahun

M.Habib Saifullah | Senin, 06/07/2026 17:30 WIB


Para arkeolog telah menemukan sejumlah ukiran batu prasejarah yang diperkirakan berusia lebih dari 23.000 tahun di Taman Arkeologi Lembah Coa, Portugal. Penggalian arkeologi. (FOTO: GETTY IMAGE)

JAKARTA - Kantor berita Lusa pada Minggu melaporkan bahwa para arkeolog telah menemukan sejumlah ukiran batu prasejarah yang diperkirakan berusia lebih dari 23.000 tahun di Taman Arkeologi Lembah Coa, Portugal.

Menurut laporan yang mengutip para peneliti tersebut, temuan itu didapat di formasi batuan yang dikenal sebagai "Batu 9" (Rock 9) di situs arkeologi Fariseu.

Di situs itu, pekerjaan penggalian dimulai pada 2020 dan pada tahun yang sama ditemukan ukiran aurochs (Bos primigenius) terbesar di dunia, ukiran banteng liar sepanjang 3,5 meter di atas batu sekis.

Dua ukiran baru dengan kondisi utuh juga ditemukan, bersama dengan beberapa ukiran lain yang masih diteliti, sehingga jumlah total motif ukiran batu yang tercatat di Batu 9 menjadi 40.

Baca juga :
Saat Kehilangan Pekerjaan, Ujian Atau Jalan Baru?

Ukiran-ukiran baru ini termasuk dalam periode Solutrean, sebuah tahapan budaya Paleolitikum Atas yang menjadi ciri khas Eropa Barat dan Semenanjung Iberia, yang secara umum diperkirakan berasal dari periode antara 20.000 hingga 15.000 SM.

Baca juga :
Legislagor Ingatkan RUU Perampasan Aset Harus Percepat Pemulihan Keuangan Negara

Situs Fariseu merupakan bagian dari Taman Arkeologi Lembah Coa, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO yang mencakup area seluas 20.000 hektare di distrik Guarda dan Braganca.

 

Baca juga :
Jangan Mengejar Bonus Dengan Cara Mengorbankan Nilai Kejujuran
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Ukiran Batu Situs Bersejarah Para Arkeolog