Reza Pahlavi Kecam Pemakaman "Diktator yang Telah Wafat" Khamenei

M.Habib Saifullah | Minggu, 05/07/2026 05:01 WIB


Mantan putra mahkota Iran berbicara kepada para pejabat asing yang melakukan perjalanan ke Teheran untuk memberikan penghormatan kepada mendiang Ali Khamenei  Reza Pahlavi, putra sulung Shah Mohammad Reza Pahlavi, raja terakhir Iran dari Dinasti Pahlavi.

JAKARTA - Mantan putra mahkota Iran yang berada di pengasingan telah berbicara kepada para pejabat asing yang melakukan perjalanan ke Teheran untuk memberikan penghormatan kepada Khamenei, menyebutnya sebagai "diktator yang telah wafat" yang tidak ditangisi oleh rakyat.

"Iran sedang berduka atas lebih dari 40.000 putra dan putri yang dibantai pada tanggal 8 dan 9 Januari oleh Khamenei, Ghalibaf, dan mesin penindas mereka," kata Pahlavi di platform X, merujuk pada protes terkait tuntutan ekonomi yang ditekan secara keras dan penuh kekerasan.

"Rezim ini menghabiskan kekayaan rakyat Iran dalam jumlah besar untuk menggelar pertunjukan propaganda ini, padahal tidak ada satu pun pemimpin demokratis yang hadir," tambahnya.

"Apa yang Anda lihat hari ini bukanlah sebuah bangsa yang berduka untuk penguasanya. Ini adalah sebuah bangsa yang dipenuhi dengan kemarahan yang adil, dan kemarahan serta keberanian yang heroik itu akan meruntuhkan apa yang tersisa dari rezim kriminal ini."

Baca juga :
Publik AS Nilai Kesepakatan Iran Tak Efektif
Baca juga :
Menhut Lapor Baru Gratifikasi Setelah Bupati Kuansing Kena OTT KPK
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Ali Khamenei Reza Pahlavi Perang Iran