Ini Ngerinya Hisab Suami di Akhirat

Anggoro Aristo Priambodo | Selasa, 30/06/2026 23:02 WIB


Setiap kepala keluarga akan dimintai pertanggungjawaban atas anak istrinya. Ilustrasi orangtua mendidik anak

Katakini.com - Menjadi seorang suami bukan sekadar menyandang status sebagai pemimpin keluarga di dunia, melainkan memikul amanah yang sangat berat di akhirat.

Di hari kiamat kelak, setiap laki-laki yang berstatus sebagai kepala rumah tangga akan menghadapi proses audit spiritual atau hisab yang sangat detail.

Allah SWT akan mempertanyakan setiap nafkah yang diberikan, perlindungan yang dihadirkan, hingga bagaimana ia mendidik agama anak dan istrinya.

Banyak suami yang lalai dan mengira bahwa kewajibannya selesai hanya dengan mencukupi kebutuhan materi dan fasilitas duniawi yang mewah.

Baca juga :
Etika Berkendara Jadi Ibadah

Padahal, tugas utama seorang suami dalam pandangan Islam adalah menyelamatkan seluruh anggota keluarganya dari siksa api neraka yang menyala.

Baca juga :
Bantah Mitos Bulan Sial Pernikahan

Misi suci dan tanggung jawab besar ini telah digariskan oleh Allah SWT secara tegas dalam Al-Qur`an Surat At-Tahrim:

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu..." (QS. At-Tahrim: 6).

Baca juga :
DPR Persilakan MUI Segera Serahkan Draf RUU Pidana LGBT

Ayat tersebut menjadi peringatan keras bagi para suami agar tidak abai terhadap kualitas iman dan akhlak orang-orang yang dipimpinnya.

Jika seorang suami membiarkan istri dan anaknya tenggelam dalam kemaksiatan tanpa pernah menasihati, maka ia akan ikut terseret dalam dosa.

Rasulullah SAW juga telah mengingatkan konsekuensi kepemimpinan ini dalam sebuah hadist sahih yang sangat monumental tentang tanggung jawab.

Dalam sabdanya, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa status kepemimpinan seorang lelaki di rumahnya pasti akan dimintai pertanggungjawaban:

"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hisab ini akan terasa sangat mengerikan bagi para suami yang semasa hidupnya bersikap egois, kasar, atau menelantarkan hak-hak istrinya.

Sebaliknya, bagi suami yang bertakwa, momen hisab ini menjadi pembuka pintu surga karena keberhasilannya dalam menuntun keluarga ke jalan yang rida.

Oleh karena itu, mumpung kesempatan hidup di dunia masih ada, mari kita perbaiki cara kita memimpin dan mendidik keluarga tercinta.

Jangan sampai ego dan kelalaian kita di dunia hari ini justru menjadi pemberat timbangan keburukan yang menjerumuskan kita di hari pembalasan.

Semoga Allah SWT menguatkan pundak para suami untuk menunaikan amanah ini dengan baik, sehingga bisa berkumpul kembali di surga-Nya kelak.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
tanggung jawab kepala keluarga menelantarkan istri