Komisi X DPR Minta Pagu Pendidikan 2027 Prioritaskan Kesejahteraan Guru

Agus Mughni Muttaqin | Selasa, 16/06/2026 23:53 WIB


Pemerintah tidak hanya membangun sarana dan fasilitas, tetapi juga harus memikirkan SDM-nya. Percuma sekolah banyak kita bangun tetapi gurunya tidak ada Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hardian Irfani. Foto: dpr

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengkritisi kebijakan anggaran pendidikan tahun 2027 yang dinilai terlalu fokus pada pembangunan sarana dan prasarana. Ia meminta pemerintah juga fokus terhadap kesejahteraan guru serta peningkatan mutu pendidikan nasional.

Politisi PKB itu mengatakan, pembahasan pagu indikatif pendidikan tahun 2027 menunjukkan masih dominannya alokasi anggaran untuk pembangunan fisik. Padahal, menurutnya, kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan harus menjadi perhatian utama.

“Pemerintah tidak hanya membangun sarana dan fasilitas, tetapi juga harus memikirkan SDM-nya. Percuma sekolah banyak kita bangun tetapi gurunya tidak ada,” ujar Lalu saat diwawancarai Parlementaria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan, Komisi X telah mencermati usulan pagu indikatif dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) maupun Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Baca juga :
Rieke Diah Pitaloka Minta Negara Jangan Pelit Lindungi Perempuan Indonesia

Dari hasil pembahasan tersebut, DPR menilai masih terdapat ketidakseimbangan antara pembangunan infrastruktur pendidikan dan program peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Baca juga :
Doa dan Amalan Pelancar Rezeki di Awal Tahun Hijriah

Menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan guru harus menjadi prioritas karena guru merupakan ujung tombak peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Selain itu, program yang berkaitan dengan peningkatan mutu pembelajaran dan pengembangan kurikulum juga perlu memperoleh dukungan anggaran yang memadai.

Baca juga :
Alasan Bulan Muharam Disebut Bulan Suro di Jawa, Apa Saja?

“Kesejahteraan guru belum begitu terlihat, peningkatan mutu dan kualitas siswa juga belum terlihat. Ini yang menjadi perhatian kami,” tegas politisi Fraksi PKB tersebut.

Ia bahkan menyoroti adanya direktorat yang menangani kurikulum namun belum memperoleh dukungan anggaran yang memadai dalam pagu indikatif yang diajukan pemerintah. 

“Kami melihat ada program layanan dan mutu serta peningkatan kualitas pendidikan yang masih sangat minim. Ini tentu menjadi catatan serius bagi Komisi X,” ujarnya.

Karena itu, Komisi X meminta pemerintah melakukan reformulasi terhadap pagu indikatif sebelum pembahasan lanjutan dilakukan bersama DPR.

Menurut Lalu Hadrian, peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya melalui pembangunan gedung sekolah, tetapi juga harus dibarengi penguatan kapasitas guru, kualitas pembelajaran, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.

“Kami sudah meminta pemerintah mengoreksi kembali usulan tersebut. Prioritasnya harus jelas, yakni kesejahteraan guru, mutu layanan pendidikan, dan peningkatan kualitas peserta didik,” pungkas Politisi asal Dapil NTB II itu.

Komisi X DPR RI dijadwalkan kembali melanjutkan pembahasan bersama pemerintah untuk memastikan alokasi anggaran pendidikan tahun 2027 benar-benar menjawab kebutuhan dunia pendidikan nasional.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Info DPR Komisi X Lalu Hadrian Irfani Pagu Pendidikan Kesejahteraan Guru