OKI Kecam Pembukaan Kedutaan Somaliland di Yerusalem

M.Habib Saifullah | Selasa, 16/06/2026 14:15 WIB


OKI mengutuk keras pembukaan kedutaan oleh pihak yang disebut Seorang anggota pasukan keamanan Israel berjaga di kompleks yang menaungi Masjid Al-Aqsa, di Kota Tua Yerusalem (Foto: Reuters)

JAKARTA - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengutuk keras pembukaan kedutaan oleh pihak yang disebut "Somaliland" di Yerusalem yang diduduki.

OKI menyebut langkah tersebut ilegal dan merupakan pelanggaran mencolok terhadap Piagam PBB serta resolusi-resolusi terkait.

Organisasi itu kembali menegaskan bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas Yerusalem yang diduduki.

Menurut OKI, seluruh keputusan dan tindakan yang bertujuan mengubah status politik, hukum, maupun demografis Yerusalem batal demi hukum berdasarkan hukum internasional.

Baca juga :
Ini 7 Manfaat Lari bagi Kesehatan dan Risiko di Baliknya

OKI juga menegaskan kembali solidaritas penuh kepada Republik Federal Somalia serta dukungan yang teguh terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial negara itu.

Baca juga :
Menelusuri Kisah Kelahiran Rasulullah

Selain itu, organisasi tersebut mendesak komunitas internasional untuk mengambil sikap tegas terhadap langkah ilegal itu dan melakukan upaya untuk menentangnya.

Somaliland adalah wilayah di Tanduk Afrika yang menyatakan kemerdekaan dari Somalia pada 1991. Hingga kini, wilayah tersebut belum diakui sebagai negara berdaulat oleh mayoritas anggota PBB, termasuk Indonesia.

Baca juga :
Sosok di Balik Pelopor Peringatan Massal Maulid Nabi

Sumber: WAFA

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Negara OKI Kedutaan Somaliland Wilayah Yerusalem