Harga BBM Non Subsidi Naik, Anggota DPR: Kelas Menengah Banyak yang Turun

Agus Mughni Muttaqin | Jum'at, 12/06/2026 17:59 WIB


Kalau kelas menengah ke bawah masih ada subsidi, operasi pasar, dan lain sebagainya. Kelas menengah tidak mungkin mendapatkan itu Ilustrasi pengisian BBM di SPBU milik Pertamina. FOTO: HO PERTAMINA

JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP, Budi S Kanang menyoroti dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dan pelemahan nilai tukar rupiah yang dinilai berpotensi menggerus daya beli masyarakat kelas menengah.

Menurut dia, kelompok kelas menengah menjadi pihak yang paling rentan terdampak karena tidak memperoleh berbagai bentuk perlindungan yang selama ini diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah, seperti subsidi maupun operasi pasar.

“Kelas menengah ini yang pasti berdampak. Kalau kelas menengah ke bawah masih ada subsidi, operasi pasar, dan lain sebagainya. Kelas menengah tidak mungkin mendapatkan itu,” kata Budi dalam keterangannya, Jumat (12/6).

Ia mengingatkan bahwa tekanan ekonomi yang dihadapi masyarakat tidak hanya berasal dari kenaikan harga BBM non-subsidi, tetapi juga akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang berdampak pada meningkatnya harga berbagai kebutuhan konsumsi.

Baca juga :
Ketua MPR RI Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

“Dampak daripada dolar yang membumbung tinggi, IHSG yang merosot, ini juga menjadi beban rakyat. Kenyataannya akibat pelemahan rupiah, beberapa kebutuhan konsumsi harian masyarakat juga meningkat,” ujarnya.

Baca juga :
Pertamina Regional JBB Optimalkan Distribusi Energi, Pastikan Stok BBM Aman

Budi menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius pemerintah. Pasalnya, jika biaya hidup terus meningkat sementara perlindungan sosial tidak menjangkau kelompok menengah, maka sebagian masyarakat berpotensi mengalami penurunan status ekonomi.

“Kelas menengah ini akan banyak yang turun menjadi tidak mampu. Dan kalau sudah turun, naik lagi itu susah. Ini yang harus hati-hati,” tegasnya.

Baca juga :
Hadapi Situasi Sulit, DPR Minta APBN 2027 Akomodir Kelas Menengah Tumbuh

Karena itu, Budi meminta pemerintah melihat persoalan kenaikan BBM dan pelemahan ekonomi secara lebih komprehensif. Menurut dia, kebijakan yang diambil tidak hanya perlu mempertimbangkan aspek stabilitas makroekonomi, tetapi juga dampaknya terhadap kemampuan belanja rumah tangga.

“Pemerintah perlu melihat persoalan ini secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi stabilitas makro, tetapi juga bagaimana daya beli masyarakat dapat tetap terjaga,” pungkasnya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Info DPR Budi S Kanang kenaikan Pertamax kelas menengah BBM subsidi