Mendes Kukuhkan 200 Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia Kirim ke Jepang

M.Habib Saifullah | Kamis, 11/06/2026 20:02 WIB


Mendes PDT Yandri Susanto secara resmi kukuhkan 200 peserta Program Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia angkatan pertama. Mendes PDT Yandri Susanto resmi kukuhkan 200 peserta Program Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia angkatan pertama (Foto: Humas Kemendes PDT)

JAKARTA - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto secara resmi kukuhkan 200 peserta Program Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia angkatan pertama.

Program ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam menyiapkan generasi muda desa yang berdaya saing global dan jadi motor penggerak pembangunan di daerah asalnya.

Mendes Yandri memaparkan, 200 pemuda yang dikukuhkan berasal dari berbagai desa di 15 provinsi di Indonesia. Nantinya di Jepang, para pemuda bakal perole kesempatan belajar dan menimba pengalaman sebagai bekal untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan.

"Kami berharap mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja ketika kembali ke Indonesia. Pengalaman dan ilmu yang diperoleh di Jepang diharapkan dapat diterapkan untuk membangun desa-desa di tanah air," ujar mantan Wakil Ketua MPR RI ini.

Baca juga :
7 Efek Buruk Tidur Terlalu Lama bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Indonesia miliki potensi besar dengan miliki 75.266 desa yang dapat dikembangkan menjadi desa ekspor, desa wisata, desa energi, desa swasembada air, serta berbagai sektor produktif lainnya.

Baca juga :
Tak Dapat Diakses, Pemprov DKI Sebut CCTV di Kawasan Bundaran HI Berfungsi Normal

Program ini menjadi bagian dari upaya Kemendes dalam menjalankan berbagai aksi pembangunan desa yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain program pengiriman pemuda ke Jepang, Kementerian Desa juga menjalin kerja sama strategis dengan lembaga pendidikan tinggi untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat desa.

Baca juga :
UEA Bantah Laporan yang Menyebutkan Adanya Transfer Dana ke Iran

Dalam kesempatan tersebut diumumkan pemberian kuota awal sebanyak 500 beasiswa bagi anak-anak desa untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

"Keberhasilan pembangunan desa membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan Octahelix yaitu sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan elemen masyarakat lainnya," kata Mantan Ketua Komisi VIII DPR RI ini.

Program ini juga sejalan Asta Cita ke Enam Presiden Prabowo Subianto yaitu Membangun dari Desa dan dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad berikan dukungan penuh terhadap pengembangan kapasitas pemuda desa.

Raffi Ahmad mengapresiasi inisiatif Kementerian Desa yang memberikan kesempatan luas bagi generasi muda untuk berkembang dan belajar di tingkat internasional.

"Pemuda desa memiliki peran besar dalam masa depan bangsa. Setelah mendapatkan ilmu dan pengalaman di Jepang, mereka diharapkan kembali ke Indonesia untuk membangun daerahnya masing-masing dan menciptakan manfaat bagi masyarakat," kata Raffi.

Pembangunan Indonesia harus dimulai dari desa. Ketika desa semakin maju, maka kemajuan bangsa secara keseluruhan akan semakin cepat terwujud.

Program Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi muda yang inovatif, berdaya saing global, serta mampu menjadi agen perubahan bagi pembangunan desa dan kemajuan Indonesia.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kabar Desa Mendes PDT Yandri Susanto Pemuda Bangun Desa