Hizbullah Klaim Gempur Posisi Militer Israel di Lebanon Selatan

M.Habib Saifullah | Rabu, 27/05/2026 09:01 WIB


Hizbullah menyatakan bahwa mereka menargetkan pasukan Israel yang ditempatkan di Shamaa, Lebanon selatan, dan menghantam barak Branit Wanita berjalan di dekat bangunan yang hancur, dengan satu orang memegang bendera Hizbullah, di desa Kfar Kila di Lebanon selatan (Foto: REUTERS)

BEIRUT - Kelompok bersenjata Lebanon (Hizbullah) telah merilis beberapa pernyataan yang mengklaim telah menyerang posisi militer Israel di Lebanon selatan, tempat pasukan tersebut ditempatkan sebagai bagian dari invasi darat.

Dilansir Aljazeera, Hizbullah menyatakan bahwa mereka menargetkan pasukan Israel yang ditempatkan di Shamaa, Lebanon selatan, dan menghantam barak Branit menggunakan dua unit drone.

Secara terpisah, kelompok tersebut juga menargetkan sebuah kendaraan militer Israel di kota Bint Jbeil dengan menggunakan sebuah drone.

Selain itu, Hizbullah mengklaim telah menembak jatuh beberapa drone milik Israel di atas kota Srifa dan Deir Kifa di wilayah Lebanon selatan.

Baca juga :
Indonesia dan Inggris Luncurkan Dokumen Panduan Dekarbonisasi Sektor Maritim

Diberitakan sebelumnya, Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem mengatakan bahwa pihaknya bersumpah akan terus berperang melawan Israel.

Baca juga :
Bisa Jadi Pelajaran Pejabat, Ini Kisah Firaun Saat Kekuasaan Justru Menghancurkan

"Keberadaan kami diancam dan kami akan membela diri menuju salah satu dari dua hasil: kemenangan atau syahid," kata Qassem dalam pidato yang disiarkan televisi lokal Al-Manar.

Dia mengatakan Israel berupaya melenyapkan perlawanan dan menduduki seluruh Lebanon sebagai bagian dari proyek "Israel Raya" (Greater Israel).

Baca juga :
FGD BP MPR Soroti Penguatan Kedaulatan Rakyat dalam Demokrasi Pancasila

Qassem menambahkan bahwa Hizbullah tidak akan mundur meskipun konflik telah menyebabkan kehancuran dan korban jiwa.

Pemimpin Hizbullah itu juga mendesak pemerintah Lebanon untuk menempuh perundingan tidak langsung alih-alih perundingan langsung dengan Israel.

Dia memperingatkan pemerintah agar tidak mengambil sikap yang menentang kelompok perlawanan atau membuat apa yang disebutnya sebagai konsesi kepada Amerika Serikat dan Israel.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Perang Lebanon Hizbullah Lebanon Lebanon Israel