Iran Pertanyakan Keseriusan Diplomasi AS di Tengah Bentrokan Baru di Teluk

M. Habib Saifullah | Minggu, 10/05/2026 02:01 WIB


Iran mempertanyakan keseriusan diplomasi Amerika Serikat pada Sabtu, menyusul kembali terjadinya bentrokan angkatan laut di Teluk Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (Foto: Anmar Khalil/AP)

TEHERAN - Iran mempertanyakan keseriusan diplomasi Amerika Serikat pada Sabtu, menyusul kembali terjadinya bentrokan angkatan laut di Teluk, sembari membiarkan Washington menunggu jawaban atas posisi negosiasi terbarunya.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan pada Jumat bahwa ia mengharapkan tanggapan Iran terhadap proposal terbaru Washington mengenai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata yang rapuh dan memulai pembicaraan damai—yang ia sebut "seharusnya malam ini."

Namun, jika Iran memang mengirimkan jawaban melalui mediator Pakistan, tidak ada tanda-tanda publik mengenai hal tersebut. Menteri Luar Negeri Teheran, Abbas Araghchi, justru mempertanyakan kredibilitas kepemimpinan AS dalam pembicaraan telepon dengan mitranya dari Turki.

“Eskalasi ketegangan baru-baru ini oleh pasukan Amerika di Teluk Arab dan berbagai tindakan mereka yang melanggar gencatan senjata telah menambah kecurigaan mengenai motivasi dan keseriusan pihak Amerika dalam jalur diplomasi,” ujarnya, menurut laporan Iran mengenai percakapan tersebut yang diterbitkan oleh kantor berita ISNA.

Baca juga :
AS Ajukan Lima Poin Perdamaian kepada Iran

Dalam sebuah insiden pada Jumat, jet tempur AS menembak dan melumpuhkan dua kapal tanker berbendera Iran yang dituduh Washington menantang blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Baca juga :
Israel Serang Lebanon di Tengah Kebuntuan Pembicaraan Gencatan Senjata

Seorang pejabat militer Iran mengatakan kepada media lokal bahwa angkatan laut negara itu telah menanggapi "terorisme Amerika dengan serangan" dan menyatakan bahwa "bentrokan kini telah berhenti."

Insiden terbaru ini terjadi setelah ketegangan yang meningkat semalam dari Kamis hingga Jumat di Selat Hormuz, jalur laut internasional vital yang coba dikendalikan oleh Iran untuk memungut biaya dari kapal asing dan menggunakan pengaruh ekonomi terhadap AS serta sekutunya.

Baca juga :
Harlah Fatayat NU, Menag Ajak Perempuan Tampil Percaya Diri Ambil Peran Strategis

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan kembali pada Jumat bahwa "tidak dapat diterima" bagi Teheran untuk mengendalikan rute minyak utama tersebut.

Washington telah mengirimkan proposal kepada Iran melalui mediator Pakistan untuk memperpanjang gencatan senjata di Teluk guna memungkinkan pembicaraan mengenai penyelesaian akhir konflik yang dimulai 10 minggu lalu melalui serangan AS-Israel terhadap Iran.

Juru bicara kementerian luar negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan pada Jumat bahwa proposal tersebut masih "dalam peninjauan," menurut ISNA.

Sumber: Arabnews

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Perang Iran Iran AS Proposal Perdamaian Selat Hormuz