
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Foto: MPR)
JAKARTA - Keberhasilan program pembelajaran mendalam atau deep learning yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sangat bergantung pada peningkatan pemahaman yang merata dari para pendidik hingga pemangku kebijakan di akar rumput.
"Pemahaman semua pihak terkait atas proses deep learning harus terus ditingkatkan, sehingga sistem pembelajaran tersebut dapat diimplementasikan dalam setiap proses pendidikan,” ujar Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, Senin (4/5).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu`ti, saat memimpin upacara Hardiknas di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (2/5), menegaskan bahwa pendidikan harus menumbuhkembangkan potensi manusia agar menjadi individu yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, serta memiliki kepribadian utama lainnya.
Untuk mencapai tujuan itu, Kemendikdasmen mendorong penerapan pembelajaran mendalam atau deep learning sebagai program prioritas.
Secara umum, pendekatan pembelajaran deep learning adalah metode pembelajaran mendalam yang berfokus pada pemahaman konsep secara intensif, bermakna (meaningful), berkesadaran (mindful), dan menyenangkan (joyful) dengan materi lebih sempit namun mendalam.
Menurut Lestari, transformasi metode pengajaran tidak bisa berjalan hanya dengan instruksi dari atas. Dibutuhkan strategi sistematis untuk mengubah paradigma pembelajaran di dalam kelas.
“Pemahaman atas proses deep learning masih banyak yang perlu dipertajam, sehingga sistem pembelajaran tersebut dapat diimplementasikan dalam setiap proses pendidikan,” ujar Rerie, sapaan akrab Lestari.
Rerie juga menekankan bahwa saat ini bukan masanya lagi menerapkan metode mengajar yang monoton. Pendidik di era saat ini harus paham deep learning agar cara mengajarnya lebih relevan dan tidak tertinggal zaman.
Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, pelatihan bertahap dan berkelanjutan berbasis deep learning bagi tenaga pengajar sangat penting dilakukan dalam mempersiapkan penerapan metode pembelajaran itu secara luas.
Rerie mendukung upaya pemerintah yang berencana menerapkan metode deep learning secara bertahap dengan tahapan proses antara lain pelatihan bagi pelatih tingkat nasional.
Setelah itu, melakukan diseminasi atau berbagi praktik baik, pengetahuan, dan keterampilan dari sekolah/guru penggerak kepada satuan pendidikan atau rekan sejawat lainnya.
Kemudian, jelas dia, ketika kapasitas pengajar dinilai mampu melaksanakan metode deep learning, pemerintah secara bertahap menerapkan metode deep learning di sekolah-sekolah yang ditunjuk.
Selain kesiapan aspek teknis pengajaran, tambah Rerie, deep learning harus ditunjang oleh lingkungan sekolah yang kondusif.
Kemendikdasmen telah menerbitkan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Rerie menilai, regulasi tersebut sebagai langkah strategis yang harus disambut dengan sosialisasi masif kepada semua pemangku kepentingan.
Rerie berharap, dengan kombinasi sejumlah langkah, antara lain pelatihan guru, sistem penerapan bertahap, dan lingkungan sekolah yang aman, penerapan metode deep learning tidak hanya sekadar wacana, tetapi benar-benar menjadi fondasi dalam mengembangkan potensi utuh peserta didik di Indonesia.