Ini Sejarah Haji dalam Islam, Muslim Wajib Tahu

Vaza Diva | Sabtu, 02/05/2026 17:30 WIB


Tradisi ini terus hidup sebagai bentuk penghambaan sekaligus pengingat akan nilai keimanan, pengorbanan, dan persatuan umat. Ilustrasi - ini sejarah Haji yang ada dalam tradisi Islam (Foto: abarenumpang/Lmprogress)

JAKARTA - Ibadah haji merupakan salah satu ritual tertua dalam tradisi Islam yang memiliki akar sejarah panjang sejak masa Nabi Ibrahim AS.

Perintah untuk melaksanakan haji bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba, melainkan bagian dari rangkaian peristiwa besar yang sarat makna spiritual, ketundukan, dan pengorbanan.

Kisah ini bermula ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk membangun Ka’bah bersama putranya, Nabi Ismail AS, di Makkah.

Ka’bah kemudian menjadi pusat ibadah dan simbol tauhid bagi umat manusia. Setelah pembangunan tersebut, Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyeru manusia agar menunaikan ibadah haji.

Baca juga :
Raih Kartini Award 2026, Siti Fauziah Tegaskan Dedikasi Pengabdian Negara Tanpa Pamrih

Allah SWT berfirman:

Baca juga :
Kurban dengan Kambing atau Sapi Betina, Apa Hukumnya?

وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

“Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus, yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” (QS. Al-Hajj: 27)

Baca juga :
Hardiknas 2026, Menag Tekankan Kolaborasi Jadi Kunci Pendidikan Berkualitas

Seruan ini menjadi awal mula tradisi haji yang terus berlangsung hingga saat ini. Ritual-ritual dalam haji juga tidak terlepas dari kisah keluarga Nabi Ibrahim.

Salah satunya adalah sa’i, yaitu berjalan antara bukit Safa dan Marwah, yang terinspirasi dari perjuangan Siti Hajar saat mencari air untuk putranya, Ismail.

Peristiwa penting lainnya adalah wukuf di Arafah, yang menjadi puncak ibadah haji. Wukuf melambangkan momen refleksi dan penghambaan total kepada Allah SWT.

Selain itu, prosesi melempar jumrah di Mina mengingatkan pada kisah Nabi Ibrahim saat menolak godaan setan ketika hendak melaksanakan perintah Allah.

Kisah pengorbanan Nabi Ibrahim juga diabadikan dalam Al-Qur`an:

فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ

“Maka ketika keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya (untuk disembelih).” (QS. As-Saffat: 103)

Peristiwa ini menjadi simbol ketaatan dan keikhlasan yang kemudian dikenang dalam ibadah kurban, yang juga berkaitan erat dengan rangkaian ibadah haji.

Seiring perjalanan waktu, praktik haji sempat mengalami penyimpangan pada masa jahiliyah. Namun, setelah diutusnya Nabi Muhammad SAW, ibadah haji kembali diluruskan sesuai ajaran tauhid.

Rasulullah SAW mencontohkan tata cara pelaksanaan haji melalui Haji Wada’, yang kemudian menjadi pedoman bagi umat Islam hingga kini.

Dengan sejarah yang panjang dan penuh makna, ibadah haji tidak hanya menjadi kewajiban ritual, tetapi juga simbol perjalanan spiritual yang menghubungkan umat Islam dengan warisan para nabi.

Tradisi ini terus hidup sebagai bentuk penghambaan sekaligus pengingat akan nilai keimanan, pengorbanan, dan persatuan umat.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Info Keislaman Sejarah Haji Rasulullah SAW Ibadah Haji