
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu`ti saat resmikan salah satu sekolah di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung (Foto: Humas Kemendikdasmen)
LAMPUNG - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu`ti, meresmikan penuntasan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, yang mencakup perbaikan 38 sekolah dengan alokasi anggaran mencapai Rp41,6 miliar.
Dalam kesempatan tersebut, beliau menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk terus menyediakan fasilitas belajar yang layak dan memastikan program serupa tetap berlanjut di tahun mendatang.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga berpesan agar sarana yang telah diperbaiki ini dijaga dan dioptimalkan demi mendongkrak mutu pendidikan bagi para siswa.
“Pembangunan sekolah melalui revitalisasi bukan hanya fisik bangunan yang penting, tetapi bagaimana kita menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, sebagaimana arahan Bapak Presiden untuk membangun gerakan budaya sekolah yang ASRI, yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Semua itu bisa terwujud kalau lingkungan fisik sekolah bersih dan nyaman,” ujarnya, di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Selasa (28/4).
Berdasarkan data, program revitalisasi tahun 2025 di Kabupaten Tulang Bawang mencakup 38 sekolah yang meliputi 2 PAUD, 13 SD, 13 SMP, 7 SMA, dan 3 SMK. Saat ini, seluruh proses pembangunan telah selesai dilaksanakan.
Ke depan, pemerintah juga memastikan keberlanjutan program. Untuk tahun 2026, sebanyak 1.544 satuan pendidikan di Provinsi Lampung telah dinyatakan layak verifikasi untuk menerima bantuan revitalisasi.
Khusus di Kabupaten Tulang Bawang, terdapat 62 sekolah yang telah diverifikasi, terdiri dari 9 PAUD, 38 SD, dan 15 SMP.
Bupati Tulang Bawang, Qudrotul Ikhwan, mengapresiasi program revitalisasi yang dinilai memberikan dampak langsung terhadap semangat belajar murid.
“Kesuksesan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum atau tenaga pendidik, tetapi juga sarana dan prasarana sebagai faktor pendukung yang penting,” ujarnya.
Manfaat program revitalisasi dirasakan langsung oleh satuan pendidikan. Kepala SMP Negeri 2 Menggala, Deswan, menyampaikan bahwa bantuan yang diterima tidak hanya memperbaiki fasilitas, tetapi juga menghadirkan semangat baru bagi seluruh warga sekolah.
“Dengan adanya revitalisasi ini, kami merasakan suasana belajar yang jauh lebih nyaman dan menyenangkan. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap motivasi kami dalam menuntut ilmu,” ucapnya.
SMP Negeri 2 Menggala sendiri menerima bantuan sebesar Rp2,15 miliar untuk pembangunan lima ruang kelas baru, ruang administrasi, ruang UKS, serta satu paket toilet.
Penambahan ruang kelas menjadi solusi atas keterbatasan yang sebelumnya dihadapi sekolah.
“Sebelumnya kami kekurangan ruang, sehingga satu kelas bisa berisi lebih ambang batas dari 32 murid, bahkan ada yang 34 hingga 36. Dengan adanya tambahan ruang kelas, kondisi ini bisa teratasi,” jelas Deswan.
Ia juga menegaskan komitmen sekolah dalam menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan.
“Kami menyadari bahwa bantuan ini adalah amanah yang harus kami jaga dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, kami berkomitmen mengembangkan fasilitas ini secara optimal dan bertanggung jawab, serta meningkatkan prestasi sebagai bentuk rasa terima kasih kami,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan Kepala TK Dharma Wanita Melati 3, Surosowati, yang merasakan langsung manfaat revitalisasi bagi anak-anak didik. TK Dharma Wanita Melati 3 mendapatkan pembangunan area bermain dengan alat permainan edukatif (APE) luar ruang dan ruang UKS.
Ia mengungkapkan bahwa kini anak-anak bisa bermain dengan nyaman dan aman karena sudah ada taman bermain yang layak. Sebelumnya, fasilitas bermain masih terbatas dan ruang kesehatan pun masih bergabung dengan ruang guru.
Ia menambahkan bahwa perubahan tersebut juga mendapat respons positif dari orang tua.
“Wali murid sangat senang dan antusias dengan adanya bantuan ini. Anak-anak juga lebih semangat untuk berangkat ke sekolah,” tutupnya.
Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Tulang Bawang menunjukkan bahwa perbaikan sarana dan prasarana tidak hanya menghadirkan perubahan fisik, tetapi juga berdampak langsung pada kenyamanan dan semangat belajar.
Dengan keberlanjutan program yang terus diupayakan, semakin banyak satuan pendidikan diharapkan dapat memperoleh fasilitas yang layak untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran.