
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta (Foto: arsenal.com)
MADRID - Arsenal harus puas membawa hasil imbang 1-1 saat menghadapi Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Wanda Metropolitano pada Kamis (30/4) dini hari WIB.
Hasil ini membuat agregat sementara tetap seimbang jelang leg kedua di Emirates Stadium pekan depan. Arsenal sempat unggul lebih dulu melalui penalti Viktor Gyokeres di babak pertama.
Namun tuan rumah membalas lewat Julian Alvarez setelah jeda, memanfaatkan momentum di paruh kedua pertandingan.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menilai timnya sempat mengontrol jalannya laga sebelum kehilangan ritme di babak kedua.
“Merupakan sebuah kehormatan bermain di semifinal Liga Champions di stadion ini energinya luar biasa. Kami menjalani sebagian besar pertandingan sesuai rencana dan unggul lewat penalti. Sayangnya, di babak kedua kami mulai sedikit ceroboh, melakukan beberapa kesalahan yang memberi mereka momentum, dan itulah momen yang mereka manfaatkan,” ujar Arteta dikutip dari laman resmi klub pada Kamis.
Arteta juga menyoroti keputusan wasit terkait penalti, termasuk momen ketika VAR membatalkan peluang penalti untuk Arsenal yang dinilai berpengaruh besar terhadap jalannya pertandingan.
“Saya sangat marah dengan cara penalti untuk Ebs dibatalkan, padahal itu bukan kesalahan yang jelas dan nyata. Ini mengubah jalannya pertandingan. Di level ini, hal seperti ini tidak boleh terjadi,” kata Arteta.
Ia mempertanyakan proses pengambilan keputusan yang dinilai terlalu lama dan tidak konsisten.
“Wasit harus melihatnya sampai 13 kali, itu sudah jelas. Ini tidak masuk akal, dan kami semua sangat marah soal itu,” ucap Arteta.
Meski kecewa, Arteta menerima keputusan penalti untuk Atletico yang dianggap sesuai aturan, meskipun menurutnya situasi serupa di liga domestik belum tentu dihukum.
“Di Premier League itu bukan penalti, tapi di sini saya harus menerima aturan yang berlaku. Itu handball sesuai regulasi, meski sulit diterima,” katanya.
Hasil imbang ini membuat peluang kedua tim tetap terbuka lebar jelang leg kedua di London.
Arteta menilai insiden tersebut bisa menjadi motivasi tambahan bagi timnya.
“Setelah berjuang selama sembilan bulan untuk sampai di posisi ini, satu keputusan bisa mengubah segalanya. Ini tidak boleh terjadi. Tapi sekarang sudah selesai, kami harus fokus ke pertandingan berikutnya,” ujarnya.