
Presiden uefa, Aleksander Ceferin (kiri) dan Presiden Concacaf, Victor Montagliani (kanan) berfoto usai penandatangan MoU untuk memperkuat pengembangan sepak bola jangka panjang di kedua kawasan (Foto: uefa.com)
JAKARTA - UEFA dan Concacaf resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat pengembangan sepak bola jangka panjang di kedua kawasan.
Kesepakatan ini berlaku hingga 30 Juni 2031 dan mencakup berbagai program kolaborasi strategis.
Kerja sama tersebut berangkat dari kesamaan nilai kedua organisasi dalam melihat sepak bola sebagai sarana inklusi, partisipasi, serta kohesi sosial.
Melalui MoU ini, kedua konfederasi berkomitmen memperluas peluang bagi pemain, pelatih, wasit, hingga administrator sepak bola.
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, menilai kolaborasi ini akan membuka ruang pertukaran pengalaman dari dua kawasan dengan budaya sepak bola yang beragam.
“Kawasan Eropa dan Concacaf adalah rumah bagi budaya sepak bola yang sangat beragam, dari tradisi yang kuat hingga lingkungan yang berkembang pesat dan inovatif. Nota kesepahaman ini mencerminkan keyakinan kami bahwa dengan menghubungkan pengalaman tersebut, kami dapat memperkuat jalur pengembangan, meningkatkan standar, dan membuka peluang baru di seluruh permainan,” ujarnya dikutip dari laman resmi uefa pada Kamis (30/4).
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama ini dalam menjaga peran sepak bola sebagai alat pemersatu masyarakat di luar lapangan.
“UEFA bangga bekerja sama dengan Concacaf untuk berbagi keahlian dan memastikan sepak bola terus menyatukan komunitas serta menginspirasi kemajuan,” katanya.
Presiden Concacaf, Victor Montagliani, melihat kemitraan ini sebagai langkah penting untuk memperluas dampak positif sepak bola di tingkat global.
“Sepak bola berada pada kondisi terbaiknya ketika mampu menyatukan orang, menciptakan peluang, dan membantu komunitas global berkembang. Kami bangga bermitra dengan UEFA dan menantikan kerja sama yang erat di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pertukaran pengetahuan dan pembukaan akses peluang akan menjadi kunci peningkatan kualitas sepak bola di kedua kawasan.
“Kemitraan seperti ini membantu kami terus meningkatkan standar sambil tetap menjalankan tanggung jawab untuk melayani sepak bola di setiap level,” ucapnya.
Dalam implementasinya, kerja sama ini mencakup sejumlah bidang utama seperti pengembangan sepak bola usia muda, pertukaran pengetahuan dan program profesional, peningkatan sistem lisensi klub, serta kolaborasi pendidikan pelatih dan pengembangan wasit.
Selain itu, kedua konfederasi juga akan mendorong partisipasi tim muda dalam turnamen lintas kawasan, serta memperkuat dialog strategis melalui pertemuan rutin guna memastikan pelaksanaan program berjalan efektif.
Melalui kesepakatan ini, UEFA dan Concacaf menegaskan komitmen bersama menjadikan sepak bola sebagai platform pendidikan, peluang, dan pemahaman internasional yang memberi dampak luas bagi masyarakat.