Trump Klaim Iran Nyaris Runtuh, Minta Segera Buka Selat Hormuz

M.Habib Saifullah | Rabu, 29/04/2026 11:03 WIB


Presiden AS Donald Trump sebut Iran tengah berada di ambang kehancuran. Presiden AS Donald Trump berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80, di New York City, New York, AS, 23 September 2025 lalu (Foto: REUTERS)

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut mengklaim bahwa Iran tengah berada di ambang kehancuran dan telah meminta AS untuk membuka kembali Selat Hormuz.

"Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka dalam kondisi `nyaris runtuh`," tulis Trump di platform Truth Social, Selasa (28/4).

"Mereka ingin kami ‘membuka Selat Hormuz’ sesegera mungkin, karena mereka sedang mencoba menyelesaikan situasi kepemimpinan mereka (yang saya yakini akan dapat mereka lakukan!)."

Namun, Trump tidak menjelaskan lebih lanjut komunikasi tersebut, dan belum ada konfirmasi langsung dari pejabat Iran.

Baca juga :
Sambut HUT Jakarta ke-499, Masuk Ancol Gratis Sore-Malam Mulai 8 Juni 2026

Pernyataannya itu muncul di tengah laporan bahwa ia tidak puas dengan proposal dari Iran untuk membuka kembali selat tersebut dan mengakhiri perang.

Baca juga :
Makan Kentang Setiap Hari, Bolehkah? Ini Penjelasannya

Menurut The New York Times, Trump mendapat pengarahan mengenai rencana tersebut dalam pertemuan di Ruang Situasi Gedung Putih pada Senin, mengutip sumber anonim.

Proposal itu dikabarkan berisi seruan agar AS mengakhiri blokade pelabuhan Iran, memperpanjang gencatan senjata atau menjadikannya permanen, serta memulai pembicaraan nuklir setelah pembatasan maritim dicabut.

Baca juga :
Lima Manfaat Kentang untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

Proposal itu tidak membahas program nuklir Iran, yang menjadi poin utama bagi AS.

AS dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran sejak 28 Februari yang menewaskan lebih dari 3.300 orang, menurut otoritas Iran.

Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan aset-aset AS di kawasan.

AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata dua pekan pada 8 April yang dimediasi Pakistan.

Meski gencatan itu awalnya dijadwalkan berakhir pada 22 April, Trump mengumumkan perpanjangan tanpa batas waktu pada 21 April atas permintaan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan kepala militer Asim Munir.

Sumber: Anadolu

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Presiden AS Donald Trump Iran AS Selat Hormuz