Lebanon Kutuk Serangan Israel yang Tewaskan Jurnalis

M. Habib Saifullah | Kamis, 23/04/2026 18:01 WIB


Lebanon mengutuk pembunuhan jurnalis Amal Khalil di kota Al-Tayri selatan usai pasukan Israel mengejarnya ke sebuah rumah. Seorang wanita berjalan melewati kendaraan yang rusak setelah serangan udara Israel, di Beirut, Lebanon (Foto: REUTERS)

JAKARTA - Kementerian Kesehatan Lebanon mengutuk pembunuhan jurnalis Amal Khalil di kota Al-Tayri selatan usai pasukan Israel mengejarnya ke sebuah rumah.

Dalam pernyataannya di X, kementerian itu menyebut Amal Khalil sebagai martir dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan komunitas media di Lebanon.

Kementerian tersebut menambahkan bahwa keadaan kematiannya "memalukan hati nurani manusia, setelah tentara pendudukan mengejarnya hingga ke rumah tempat dia mencari perlindungan" katanya.

Diberitakan sebelumnya, pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menyatakan bahwa pihaknya bersedia bekerja sama dengan pemerintah Lebanon untuk menjaga stabilitas, namun menetapkan syarat-syarat berat bagi kelanjutan perdamaian dengan Israel.

Baca juga :
Berkat Dukungan Semua Pihak, TKA di Bantul Berjalan Lancar

Pernyataan ini disampaikan pada Sabtu (18/4) saat gencatan senjata 10 hari antara kedua pihak masih bertahan, sebagaimana dikutip dari NY Times pada Minggu (19/4).

Baca juga :
Hampir 6.000 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diimbau Jaga Kesehatan

Meski menyambut baik jeda pertempuran tersebut, Qassem menegaskan bahwa pejuang Hizbullah saat ini tetap dalam posisi siaga tempur.

Dia menetapkan lima syarat utama untuk memperpanjang perdamaian, termasuk penghentian permanen serangan Israel terhadap target-target di Lebanon dan penarikan penuh seluruh pasukan Israel dari wilayah Lebanon.

Baca juga :
HNW Serukan Komunitas Internasional Segera Bertindak Selamatkan Masjid Al Aqsha

Tuntutan tersebut diprediksi sulit terpenuhi. Israel meluncurkan invasi darat besar-besaran ke Lebanon selatan, yang merupakan benteng pertahanan Hizbollah.

Ini merupakan respons atas serangan kelompok tersebut pada Maret lalu. Hingga kini, militer Israel memberikan sinyalemen akan tetap menduduki sebagian besar wilayah tersebut bahkan setelah konflik berakhir.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Serangan Israel Pembunuhan Jurnalis Lebanon Israel